Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

China Desak Australia Cabut Larangan Pembatasan

Senin 17 Feb 2020 10:59 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Penanganan medis virus corona di China (Ilustrasi). Australia diminta cabut larangan kedatangan warga negara asing dari China daratan.

Penanganan medis virus corona di China (Ilustrasi). Australia diminta cabut larangan kedatangan warga negara asing dari China daratan.

Foto: Ist
Australia diminta cabut larangan kedatangan warga negara asing dari China daratan

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Duta Besar China untuk Australia Cheng Jingye meminta Australia untuk mencabut larangan kedatangan warga negara asing dari China daratan, Senin (17/2). Sejak 1 Februari, Canberra mencegah siapa pun kecuali warga negara dan penduduknya memasuki negara itu dari daratan China.

"Kami telah menyatakan keinginan dan harapan kami yang kuat bahwa pemerintah Australia dalam peninjauan mereka akan mengambil pendekatan yang seimbang dan menghilangkan batasan-batasan yang keras itu," kata Cheng kepada Sky News Australia.

Pencabutan larangan masuk bagi yang melakukan berpergian dari China didasarkan tidak adanya korban tambahan karena virus Corona di Australia. Cheng mengatakan saat ini jumlah kasus di Australia tetap stabil pada angka 15 saja.

Pertimbangan tersebut perlu dipikirkan untuk pencabutan larangan yang telah memberatkan untuk beberapa orang yang memiliki urusan di Australia, seperti mahasiswa. Desakan ini muncul karena Canberra sedang meninjau kebijakan itu sebelum 22 Februari.

"Ini tidak konsisten dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia," kata Cheng.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan Canberra akan dipandu oleh saran dari para ahli medis, meskipun tekanan pada ekonomi semakin meningkat. China adalah mitra dagang terbesar Australia yang mengirimkan lebih dari satu juta wisatawan dan pelajar di sana setiap tahun.

Morrison pun menyinggung nasib lebih dari 200 orang Australia yang dikarantina di sebuah pusat penahanan imigrasi di wilayah Samudra Hindia Pulau Christmas selama dua pekan. Mereka merupakan orang-orang yang dievaksuasi dari Wuhan, China, karena penyebaran virus Corona.

"Harus pergi ke masa karantina selama 14 hari adalah ketidaknyamanan. Tetapi mereka mengerti mengapa. Mereka mengambil itu dengan itikad baik dan saya yakin mereka tak sabar untuk pulang," kata Morrison.

Meski Australia berhasil memulangkan dan melakukan karantina, Morrison mengatakan pusat penahanan tidak akan siap menampung kelompok yang dipulangkan dari kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang. Dia mengatakan akan bertemu dengan komite keamanan nasional untuk membahas rencana alternatif bagi hampir 200 warga Australia di kapal pesiar.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA