Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Hong Kong Siapkan Dana Rp 44 T Bantu Ekonomi Akibat Corona

Sabtu 15 Feb 2020 16:02 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Christiyaningsih

Seorang warga melintasi rak tisu yang kosong di sebuah supermarket di Hong Kong. Pemerintah Hong Kong siapkan dana untuk atasi kesulitan ekonomi akibat Corona. Ilustrasi.

Seorang warga melintasi rak tisu yang kosong di sebuah supermarket di Hong Kong. Pemerintah Hong Kong siapkan dana untuk atasi kesulitan ekonomi akibat Corona. Ilustrasi.

Foto: VIncent Vu/AP
Pemerintah Hong Kong siapkan dana untuk atasi kesulitan ekonomi akibat Corona

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Pemerintah Hong Kong telah menyiapkan dana untuk mengatasi kesulitan ekonomi akibat wabah virus Corona atau Covid-19. Dana tersebut jumlahnya mencapai 25 miliar dolar Hong Kong atau sekitar Rp 44 triliun.

Pada konferensi pers Jumat (14/2), Kepala Eksekutif Carrie Lam meluncurkan subsidi untuk mendukung sektor kesehatan publik yang kurang mampu dan industri yang paling terpengaruh oleh penyakit seperti SARS. Sistem pemantauan elektronik untuk mereka yang berada di bawah karantina rumah akan ditingkatkan.

Sebanyak 200 ribu keluarga berpenghasilan rendah akan mendapat manfaat dari hibah sebesar 5.000 dolar Hong Kong (Rp 8,8 juta). Selain itu para siswa akan memenuhi syarat untuk hibah sebesar 2.500 dolar Hong Kong hingga 3.500 dolar Hong Kong.

Tunjangan sekali pakai hingga 80 ribu dolar Hong Kong untuk pengecer dan agen perjalanan, hingga 200 ribu dolar Hong Kong untuk restoran besar dan 5.000 dolar Hong Kong untuk pemilik toko kelontong juga akan didistribusikan untuk membantu mengkompensasi kemerosotan ekonomi dan jatuhnya jumlah wisatawan.

Secara global, ada lebih dari 67 ribu kasus yang dikonfirmasi dari virus Covid-19 dan lebih dari 1.500 kematian termasuk satu di Hong Kong. "Pemerintah Hong Kong melakukan segala upaya untuk memerangi infeksi ini. Kami akan terus bekerja sangat keras berdasarkan rekam jejak yang sangat baik dalam pengalaman dan keahlian kesehatan masyarakat kami," kata Lam dilansir Hong Kong Free Press, Sabtu (15/2).

Menurutnya pemerintah menyusun skema peningkatan dalam sepuluh hari setelah awalnya mengumumkan dana 10 miliar dolar Hong Kong. Menanggapi kelangkaan pasokan pelindung, sebagian dari dana tersebut akan diarahkan untuk menyubsidi perusahaan swasta untuk memproduksi, meneliti, dan mengembangkan masker bedah yang dapat digunakan kembali secara lokal.

Lam mengatakan staf medis memiliki prioritas utama dalam menerima masker dan pasokan yang disumbangkan ke pemerintah. Sebanyak 4,7 miliar dolar AS akan ditujukan bagi Otoritas Rumah Sakit untuk memperoleh lebih banyak alat pelindung pribadi untuk staf garis depan.

Sebesar 26 ribu dolar Hong Kong diberikan setiap bulan kepada perusahaan manajemen perumahan swasta dan publik untuk mensubsidi pembersihan. Sedangkan 1.000 dolar AS akan diberikan untuk setiap anggota staf keamanan.

Sebanyak 1,6 juta masker akan dikirim ke LSM dan panti jompo untuk didistribusikan kembali kepada mereka yang membutuhkan di komunitas mereka. Penerima manfaat juga termasuk pekerja lokasi konstruksi dan calon penghuni dari dua perumahan umum yang akan segera dibuka yang dikonversi menjadi pusat karantina.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA