Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Bersuci tak Cuma Fisik, Ini Tingkatannya Menurut Al-Ghazali

Sabtu 15 Feb 2020 03:50 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Al-Ghazali membagi tingkatan bersuci ke dalam empat bagian. Wudhu (ilustrasi)

Al-Ghazali membagi tingkatan bersuci ke dalam empat bagian. Wudhu (ilustrasi)

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Al-Ghazali membagi tingkatan bersuci ke dalam empat bagian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kedudukan bersuci dalam Islam tak sekadar membersihkan diri dari najis atapun hadas kecil dan hadas besar.  Bersuci mempunyai makna filosofis yang sangat mendalam dalam Islam. 

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyebutkan ada empat tingkatan bersuci. Untuk mencapai tingkatan tertinggi seseorang harus mampu mencapai tingkat satu, dua, dan tiga secara bertahap. 

Imam al-Ghazali menerangkan, tingkat pertama bersuci adalah mensucikan yang dzahir dari segala hadas, kotoran, dan benda yang menjijikkan. Tingkat kedua bersuci adalah mensucikan anggota bandan dari segala perbuatan jahat dan dosa. 

Baca Juga

Tingkat ketiga bersuci adalah mensucikan hati dari segala pekerti yang tercela dan sifat-sifat rendah yang terkutuk. Tingkat keempat bersuci adalah mensucikan sirr atau batin dari sesuatu selain Allah Ta'ala.  

Terkait hal ini, Imam al-Ghazali juga mengutip ayat Alquran dan hadis. Dalam Alquran surah al-Maidah ayat 6, Allah SWT berfirman,”Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak mensucikan kamu.”

Sementara Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat at-Tirmizi dari jalur Abu Malik al-Harits bin ‘Ashim al-Asy’ari. “Kesucian itu separuh dari iman. (HR Muslim). Dari Abu Sa'id berkata, Rasulullah SAW bersabda: Kunci dari salat adalah bersuci.” (HR At-Tirmizi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA