Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Amartha dan Principal Populerkan Investasi Berdampak

Rabu 12 Feb 2020 17:20 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Gita Amanda

Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto.

Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto.

Foto: Republika/Iit Septyaningsih
Amartha memberikan layanan alternatif investasi berdampak sosial untuk masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Amartha Mikro Fintek dan PT Principal Asset Management berkomitmen populerkan investasi berdampak. Hal tersebut dilakukan percepatan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

"Bagaimana kami mainstreaming investasi berdampak. Sejak 10 tahun kami bicarakan bagaimana investasi berdampak namun belum menjadi yang utama padahal peluangnya besar," kata Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (12/2).

Dia menjelaskan selama ini Amartha memberikan layanan alternatif investasi berdampak sosial untuk masyarakat. Sebab, kata Aria, Amartha berinvestasi pada kebaikan bukan hanya untuk keuntungan.

"Amartha memebrikan modal kerja pada pengusaha perempuan di desa-desa. Kenapa mau susah-susah urusin merka? mereka itu segmen yang tangguh. Ketika bicara ekonomi global, mereka tidak terpengaruh," ungkap Aria.

Untuk itu, Aria menganggap bisnis model yang dijalankan Amartha bisa berkontibusi dalam pembangunan yang berkelanjutan. Dia menambahkan dampak yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya kenaikan pendapatan namun aspek kehidupan lainnya.

Dia menegasakan saat ini Amartha sudah membantu pencapaian pembangunan berkelanjutan dengan menurunkan angka kemiskinan. "Saat ini sampai Januari 2020, pinjaman yang disalurkan sebanyak Rp 1,9 triliun dengan jumlah mitra sebanyak 418 ribu orang," tutur Aria.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Principal Asset Management Diah Sofiyanti mengatakan saat ini masih terus menawarkan berbagai produk reksa dana yang tidak hanya menguntungkan banyak investor. Diah menuturkan reksa dana tersebut memiliki nilai tambah seperti melalui Principal Philanthropy Social Impact Bond Fund.

"Investor kini memiliki pilihan investasi dengan kontribusi positif yang nyata bagi masyarakat," jelas Diah.

Diah menambahkan saat ini masih terus mengupayakan untuk mengajak masyarakat berinvestasi dengan lebih bertanggung jawab. Selain itu juga dengan memberikan efek sosial dan lingkungan yang positif selain mendapatkan keuntungan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA