Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Mantan Wakil Presiden Barcelona Nilai Barcelona Butuh Neymar

Rabu 12 Feb 2020 16:18 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Neymar

Neymar

Foto: AP Photo/Christophe Ena
Namun, ada serangkaian syarat yang harus dipenuhi Barcelona untuk menggaet Neymar.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Mantan wakil presiden Barcelona Jordi Mestre mengatakan, Neymar harus melupakan pesta ulang tahun di Brasil jika pemain bintang Paris Saint-Germain (PSG) itu ingin kembali ke Camp Nou. Belakangan, Neymar memang benar-benar dikaitkan untuk reuni bersama Barca setelah meninggalkan La Liga Spanyol untuk PSG dengan transfer yang memecahkan rekor dunia pada 2017 dengan nilai 222 juta euro.

Penyerang asal Brasil itu ingin kembali ke Barca pada akhir musim. Namun perpindahannya dari klub raksasa Ligue 1 tidak dapat diwujudkan. Mestre, yang mundur pada Juli lalu, mengatakan pada Mundo Deportivo, para pemain menginginkan Neymar untuk kembali namun tidak menekan klub untuk melakukan itu.

"Jika dia (Neymar) kembali dan klub mendapatkan keuntungan dari hal itu, maka saya tidak ada masalah dengan itu. Saya tidak begitu bangga," kata Mestre dikutip dari Sportskeeda, Rabu (12/2).

Menurut Mestre, jika dinilai dari sudut pandang olahraga, Barca membutuhkan Neymar untuk kembali. Namun, kata dia, ada serangkaian syarat yang harus dipenuhi.

"Pertama, PSG harus setuju, maka ia harus menarik gugatannya dan mengakui bahwa ia salah dan setelah itu, semua pesta ulang tahun di Brasil harus dihentikan," kata Mestre. "Ada pemain dari skuat utama yang berada di pernikahan bersamanya, tetapi tidak tahu bahwa dia ingin pergi meninggalkan klub."

Mestre menceritakan dirinya telah berjuang untuk klub, namun saat itu ia merasa sendirian dan pendapatnya berbeda dengan anggota dewan lainnya.

"Saya menyadari bahwa hanya saya yang berpikir dengan cara tertentu. Komite sepak bola yang terdiri dari (Josep Maria) Bartomeu, (Javier) Bordas, (Jaume) Elias, dan (Xavier) Vilajoana tidak setuju dengan saya atau dengan Pep Segura dalam perannya sebagai manajer umum," jelas Mestre.

Mestre mengaku satu-satunya petinggi di Barca yang membela Neymar dan ia merasa sendirian. "Ini telah menjadi periode yang bergejolak untuk Barca. Stelah pelatih kepala Ernesto Valverde dipecat, sementara kapten superstar Lionel Messi terlibat dalam pertengkaran dengan direktur sepak bola Eric Abidal."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA