Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Kondisi 78 WNI yang Jadi Kru Kapal Pesiar di Jepang Sehat

Rabu 12 Feb 2020 12:44 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Petugas berpakaian pelindung berdiri di dekat kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Pelabuhan Yokohama. Sebanyak 78 WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess dalam kondisi sehat. Ilustrasi.

Petugas berpakaian pelindung berdiri di dekat kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Pelabuhan Yokohama. Sebanyak 78 WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess dalam kondisi sehat. Ilustrasi.

Foto: Eugene Hoshiko/AP Photo
Sebanyak 78 WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess dalam kondisi sehat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 78 kru berwarga negara Indonesia yang berada di Kapal Pesiar Diamond Princess dilaporkan hingga kini dalam kondisi sehat. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan Kedutaan Besar (KBRI) Tokyo terus memantau kondisi 78 kru WNI di kapal yang banyak di antaranya terpapar virus Corona tersebut.

"Untuk menjaga komunikasi, KBRI Tokyo telah membentuk komunikasi pada aplikasi WhatsApp group dengan para kru WNI dan memberikan bantuan logistik berupa vitamin," demikian rilis resmi Kemenlu yang diterima Republika, Rabu (12/2).

Kemenlu juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan telah memanggil dua perusahaan manning agency yang memberangkatkan para kru WNI untuk memastikan pelindungan bagi mereka. Kemenlu juga telah menghubungi keluarga para kru WNI untuk menyampaikan perkembangan terakhir.

"Sesuai informasi Otoritas Jepang, jika tidak ada perkembangan lain, dijadwalkan masa observasi kesehatan akan selesai tanggal 19 Februari 2020," kata pernyataan tersebut.

Sebanyak 39 orang di kapal pesiar Diamond Princess di Jepang dilaporkan positif terinfeksi virus Corona. Selain itu ada satu orang petugas karantina yang juga terinfeksi dan secara keseluruhan jumlah pasien mencapai 175 orang pada Rabu (12/2).

Diamond Princess dikarantina selama dua pekan setelah tiba di Yokohama pada 3 Februari lalu. Karantina diberlakukan setelah seorang pria yang melakukan perjalanan dengan kapal turun di Hong Kong dan didiagnosis terkena virus tersebut. Sekitar 3.700 orang berada di atas kapal pesiar dengan jumlah awak 1.100 dan kapasitas penumpang 2.670.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA