Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Tanya Jawab Seputar Museum Rasulullah (2)

Rabu 12 Feb 2020 09:45 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Tanya Jawab Seputar Museum Rasulullah (2). Foto: Wakil Ketua Umum DMI sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Museum Sejarah Nabi dan Peradaban Islam Indonesia, Syafruddin melakukan pertemuan dengan Pimpinan Yayasan Wakaf Assalam Makkah, di Jakarta, Rabu (5/2).

Tanya Jawab Seputar Museum Rasulullah (2). Foto: Wakil Ketua Umum DMI sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Museum Sejarah Nabi dan Peradaban Islam Indonesia, Syafruddin melakukan pertemuan dengan Pimpinan Yayasan Wakaf Assalam Makkah, di Jakarta, Rabu (5/2).

Foto: Dok DMI
Tanya jawab ini seputar seluk beluk soal Museum Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Museum Sejarah Nabi dan Peradaban Islam atau Museum Rasulullah akan segera dibangun di Indonesia. Pembangunan museum itu diprakarsai oleh tiga organisiasi utama, yakni Liga Muslim Dunia, Yayasan Waqaf Assalam Makkah, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Awal Februari 2020, para panitia mengadakan pertemuan terkait pembangunan museum itu. Wakil Ketua DMI sekaligus Ketua Pembangunan Museum, Syafruddin yang hadir dalam pertemuan dengan Yayasan Waqaf Assalam dan Liga Muslim Dunia pun membeberkan isi dari pertemuan itu saat berbincang dengan Republika di Kantor Pimpinan Pusat DMI, Jakarta pada Selasa (11/2).

Berikut wawancara dengan Syafruddin yang juga merupakan mantan Wakapolri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi itu.

Di mana saja alternatif lokasi yang disiapkan?
Cimanggis Depok, di dalam lingkungan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Kemudian di kawasan Al Markaz Al Islami di Makassar. Ada juga di Cisauk Kabupaten Tangerang, dekat Bumi Serpong Damai (BSD). Kemudian, kemudian ada juga di DKI disiapkan. Nanti tanggal 18 datang tim dari liga muslim dunia, kita akan kumpul Dewan Masjid termasuk panitia, kita akan kumpul dan tinjau lokasi lokasi ini. Baru diputuskan, kemudian akan digroundbreaking insya Allah pada 26 Februari 2020.

Kebetulan Sekjen Liga Muslim Dunia berada di Indonesia, nanti yang groundbreaking beliau. Tanggal 18 itu ditinjau alternatif lalu diputuskan, kan ada timnya, tim studi dan asesmen, lingkungan. Nanti itu dirapatkan. Jadi belum ada, apalagi namanya pindah dari Depok ke Jakarta tidak ada istilah begitu. Belum diputuskan.

Apa yang dijadikan pertimbangan dalam penentuan lokasi?
Pertimbangan utama, karena ini museum Rasulullah, ini kan destinasi wisata religi berbasis Islam apalagi membawa simbol Rasulullah SAW, tentu mempertimbangkan semua aspek. Estetika, ketepatan apakah ini menjadi sebuah wisata proses seperti apa, kan nanti orang berlimpah datang. Lalu aspek aspek kemacetan, jangkauan kemudian lingkungan juga dipertimbangkan.

Konsep museum itu  seperti apa, apakah penentuan tempat memengaruhi konsep?
Oh tidak (berpengaruh), konsepnya sudah ada. Yang penting itu luas tanahnya 6 hektare dan semuanya sudah siap itu. Tetap sama tidak ada perubahan (konsep).

Dari ratusan negara Liga Muslim Dunia, Indonesia menjadi satu dari 25 negara yang mendapat kesempatan membangun museum itu, apa pertimbangannya?
Indonesia berpenduduk Islam terbesar di dunia. Indonesia juga sangat dikenal menganut Islam jalan tengah, Islam wasatiyah yang moderat. Karena isi daripada cerita daripada yang akan dipamerkan di museum itu adalah kehidupan Rasulullah yang penuh dengan humanisme toleransi kehidupan yang sangat menjunjung tinggi kemanusiaan bagaimana hubungan antar manusia, antara sesama umat islam. Jadi toleransinya yang ditonjolkan.

Ini bukan hanya ditunjukkan untuk umat Islam. Jangankan museum Rasulullah ini, Grand Mosque di Abu Dhabi saja dikunjungi oleh Non Muslim, padahal itu masjid, tempat ibadah umat Islam. Tapi banyak orang bukan Islam, apalagi ini, museum. Karena yang akan dipamerkan bukan hanya sisi sisi dunia Islam, tapi sisi kemanusiaan, bagaimana Rasulullah mensyiarkan agama Islam yang penuh humanisme dan toleransi, bukan hanya kepada orang muslim ketika di Madinah, di Makkah.

Konten atau isi museum ini seperti apa? Apakah nanti akan menjadi seperti pusa literasi?
Iya, nanti di situ semua. Juga akan dimasukkan sejarah masuknya islam di Indonesia. Akan dipamerkan di situ. Kemudian nanti akan dipamerkan juga bagaimana kondisi Makkah dan Madinah ketika zaman Rasulullah. Dipamerkan juga bagaimana silsilah rasulullah nasabnya mulai dari beliau ke atas, ke bawah kiri kanan. Terus bagaimana sejak lahir sampai jaman kenabian hijrahnya akan diceritakan.

Groundbreaking direncanakan tanggal 26, kapan pembangunan ini ditargetkan selesai?
Diusahakan satu tahun selesai. Tahun depan InsyaAllah bisa dikunjungi.

Dari DMI ada harapan tertentu dari pembangunan Museum ini?
Bagi DMI yang mengurusi kehidupan kerukunan bukan hanya sesama umat islam tetapi sesama manusia lintas agama suku di Indonesia yang sangat plural supaya tidak ada perdebatan yang begitu tajam. Mari menyaksikan datang mengunjungi museum ini untuk bersatu padu untuk Indonesia dalam memecahkan masalah bangsa itu.

Saya yakin museum ini akan mengajarkan sikap toleran. Kan panutan kita Rasulullah, jadi tentu umat Islam dan anak bangsa Ini jadikanlah Rasulullah panutan, supaya kita timbul saling pengertian dan toleransi, saling memahami bersatu padu membangun bangsa ini kepentingan dunia umat Islam dan kepentingan bangsa Indonesia. Jangan membangun perbedaan, tapi jalin persatuan. Ini akan menjadi simbol persamaan.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA