Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Silaturahim ke PBNU, Menlu Bahas Eks ISIS dan Palestina

Selasa 11 Feb 2020 13:23 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Silaturahim ke PBNU, Menlu Bahas Eks ISIS dan Palestina. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersalaman sebelum melakukan pertemuan di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (11/2).

Silaturahim ke PBNU, Menlu Bahas Eks ISIS dan Palestina. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersalaman sebelum melakukan pertemuan di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (11/2).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Menlu Retno meminta masukan ke PBNU terkait eks ISIS dan isu Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar RI Negeri Retno Marsudi melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/3). Retno diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj dan sejumlah pengurus NU lainnya.

"Yang kita bicarakan tadi selama satu jam fokus pada pertama, pemulangan WNI yang masih di kamp pengungsi atau kamp ISIS di Suriah. Beliau ibu menteri minta masukan ke PBNU," ujar Kiai Said usai menerima kunjungan Retno Marsudi di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/1).

Dalam pertemuan itu, Kiai Said pun memberikan masukan kepada Retno dan saling bertukar pendapat. Berdasarkan pada Alquran surah Ahzab ayat 60, Kiai Said pun mengusulkan kepada pemerintah untuk tidak memulangkan eks ISIS.

"Secara teologis Alquran mengatakan surah Al Ahzab ayat 60 orang-orang yang bikin gaduh di Madinah usir dan jangan biarkan hidup dengan kami. Jangan sampai mengganggu ketenangan warga masyarakat," ucapnya.

Karena itu, menurut Kiai Said, tidak ada alasan untuk memulangkan 600 orang eks ISIS di Suriah karena justru akan menganggu ketenangan 260 juta warga Indonesia. Apalagi, menurut dia, WNI eks ISIS tersebut pergi ke Suriah atas kemauan sendiri dan telah membakar paspor mereka. 

"Oleh karena itu saya beri masukan dengan tegas kami PBNU menolak pemulangan eks ISIS," kata kiai asal Cirebon ini.

Selain membicarakan tentang pemulangan eks ISIS, Kiai Said dan Retno Marsudi juga membahas tentang sikap Indonesia terhadap Palestina yang tengah ditindas oleh bangsa Israel. Kiai Said pun memberikan apresiasi kepada Retno yang selama ini telah berjuang membela hak-hak warga Palestina.

"PBNU mengapresiasi setinggi-tingginya ke Bu Retno yang tidak pernah behenti membela hak warga Palestina. Ini amanat negara bahwa hak warga Palestina harus diperjuangkan," ujar Kiai Said.

Untuk menyelesaikan masalah di Palestina, Kiai Said pun mengimbau kepada negara-negara Arab untuk bersatu dulu. Jika negara Arab tidak bersatu, kata dia, akan sulit untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di Timur Tengah.

"Selama negara Arab tidak bersatu akan sulit menyelesaikan masalah di Timur Tengah itu," kata Kiai Said.

Senada dengan Kiai Said, Menlu Retno juga menyampaikan dalam pertemuan tersebut dirinya meminta masukan terkait pemulangan eks ISIS dan isu Palestina. Namun, Retno lebih fokus menjelaskan sikap Indonesia terhadap Palestina.

"Kesempatan kali ini kita berbicara dua hal seperti yang disampaikan Kiai Said. Saya ingin fokus pada masalah Palestina. Indonesia selalu konsisten mendukung perjuangan Palestina," ujar Retno.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA