Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Emil akan Tambah Kuota Sampah Kabupaten Bogor ke Nambo

Ahad 09 Feb 2020 20:03 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Dwi Murdaningsih

Warga melintas di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo yang belum beroperasi di Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/4).

Warga melintas di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo yang belum beroperasi di Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/4).

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Kuota sampah Kabupaten Bogor yang mulanya 600 per hari dipastikan bertambah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan akan membahas ulang kuota sampah di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo, di Kabupaten Bogor. Meskipun belum menyebut tambahan jumlahnya, kuota sampah Kabupaten Bogor yang mulanya 600 per hari dipastikan bertambah.

"Porsi sampahnya sedang kita atur ulang. memperbanyak Kabupaten (Bogor), mengurangi sedikit Kota (Bogor)," kata Ridwan Kamil atau yang kerap disapa Emil di Kota Bogor, kemarin.

TPPAS Lulut-Nambo membutuhkan 2.300 ton sampah untuk mengubah sampah menjadi refused derived fuel (RDF) atau pengganti baru bara. Terdapat empat wilayah yang akan menyuplai kebutuhan sampah tersebut.

Kabupaten Bogor mendapat jatah 600 ton per hari untuk membuang sampah ke TPPAS Lulut-Nambo, Kota Depok 700 ton per hari, Kota Bogor dan Kota Tangerang Selatan masing-masing akan menyuplai 500 ton/hari.

Emil menjelaskan, penambahan kuota sampah Kebupaten Bogor tak terlepas dari rencana pembuatan pengelolaan sampah menjadi biodiesel di tempat penampungan akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Pasalnya, Kota Bogor yang mendapat jatah 500 ton per hari ke TPPAS Lulut-Nambo harus memenuhi kebutuhan sampah di TPA Galuga.

"Karena lahannya sudah ada (di Galuga), mau dimanfaatkan untuk recycle plastik, jadi everybody happy lah," kata Emil.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan membahas ulang MoU (Memorandum of Understanding) kuota sampah ke TPPAS Lulut-Nambo. Dalam tujuh hari kedepan, pembahasan tersebut akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Seminggu ke depan, akan ada revisi tentang (TPPAS) Nambo itu karena ada penyusunan volume sampah," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Kota Bogor, Kamis (6/2).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA