Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

AS Tawarkan 100 Juta Dolar Perangi Virus Corona

Sabtu 08 Feb 2020 07:14 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

AS Tawarkan 100 Juta Dolar Perangi Virus Corona. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

AS Tawarkan 100 Juta Dolar Perangi Virus Corona. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Foto: AP
AS akan memberikan bantuan perangi corona secara langsung atau melalui organisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) menawarkan dana bantuan hingga 100 juta dolar AS ke Cina dan negara-negara lain yang terkena dampak virus korona tipe baru.

"Komitmen ini, bersama dengan ratusan juta yang disumbangkan dengan murah hati oleh sektor swasta Amerika menunjukkan kepemimpinan AS yang kuat dalam menanggapi wabah ini," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan dikutip Channel News Asia, Sabtu (8/2).

Pompeo mengatakan AS akan memberikan bantuan baik secara langsung atau melalui organisasi multilateral. Dia mengatakan pengeluaran dana akan keluar dari dana yang tidak ditentukan yang telah dialokasikan dalam pemerintah AS. Pompeo juga mengatakan AS telah menyumbang hampir 17,8 ton pasokan medis ke China, termasuk masker, pakaian medis, kain kasa, dan respirator.

Baca Juga

"Kami mendorong seluruh dunia berkomitmen bersama kami. Bekerja bersama, kita dapat memiliki dampak mendalam untuk mengatasi ancaman yang semakin meningkat ini," ujarnya.

Janji bantuan itu muncul setelah Beijing mengkritik tanggapan AS terhadap krisis kesehatan. China mengatakan Washington telah menyebarkan "kepanikan" dengan melarang masuknya warga asing yang melakukan perjalanan ke Cina.

Kendati demikian, Presiden AS Donald Trump memuji tanggapan China. Trump menyebut China sangat profesional setelah ia berbicara melalui telepon dengan mitranya Xi Jinping.

Setidaknya 31 ribu orang di 24 negara telah terinfeksi virus korona baru ini. Sementara virus telah merenggut nyawa lebih dari 630 sejak virus itu muncul akhir tahun lalu di kota Wuhan, China yang diduga berasal dari pasar yang menjual hewan liar untuk konsumsi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA