Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Pelatih Persib Ingin Bermarkas di GBLA

Sabtu 08 Feb 2020 03:14 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts di Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Selasa (4/2).

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts di Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Selasa (4/2).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Belum ada kejelasan mengenai perizinan penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kompetisi Liga 1 2020 akan segera dimulai pada 29 Februari mendatang. Namun Persib Bandung belum menentukan stadion sebagai kandangnya untuk musim kompetisi 2020.

Hal ini karena belum ada kejelasan mengenai perizinan penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, untuk layak digunakan. Selain itu, Stadion Si Jalak Harupat pun masih menjadi kandidat stadion untuk Piala Dunia U-22 2021 mendatang.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts sebetulnya menginginkan Persib bisa bermarkas di GBLA. Namun dia menyerahkan segala keputusan pada pihak yang berwenang.

"Jika ditanya soal itu pada saya atau pemain, semua pasti akan katakan GBLA," kata Robert di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (7/2).

Robert menyebut tidak mempermasalahkan GBLA yang jauh dari tempatnya berada. Ia mengakui ada perbedaan dari segi kualitas dan kuantitas di dua stadion tersebut. "Jarak yang jauh merupakan satu hal yang dipertimbangkan. Tapi kondisi lapangan GBLA jauh lebih baik dari SJH. Atmosfernya pun sangat berbeda," kata dia.

Robert selama ini mencicipi GBLA sebagai pelatih tim tamu. Ini menjadi alasan mengapa Robert ingin merasakan atmosfer GBLA dengan label pelatih Persib. "GBLA adalah stadion yang fantastis, hanya perawatannya saja yang kurang. Tapi kami juga tahu kesulitan (penggunaan GBLA untuk pertandingan)," jelas dia.

Sebelumnya, pihak Pemerintah Kota Bandung sudah memberi sinyal untuk penggunaan GBLA. Dengan catatan hanya memberikan kuota 10 ribu penonton dari jumlah kapasitas GBLA sebesar 38 ribu penonton. "Tentu tidak mungkin, saya ingin stadion penuh. Bagaimana membatasi 10 ribu penonton padahal stadion ini bisa dihuni 40 ribu orang," kata dia.

Robert memang tidak ingin tahu masalah sebenarnya yang ada di GBLA. Menurutnya, itu masalah non-teknis di luar tugasnya sebagai pelatih. Namun ia ingin masalah bisa segera selesai dan Persib dapat bermain dengan dukungan hampir 40 ribu penonton.

"Tentu hal ini berdampak pada tim dan Bobotoh. Karena orang-orang ingin datang menyaksikan pertandingan. Saya tidak mau mereka berebut untuk mendapatkan tiket," kata Robert.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA