Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

BNI Syariah Catat Pertumbuhan Laba 44,96 Persen Selama 2019

Jumat 07 Feb 2020 16:42 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Direktur Utama, BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo. BNI Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp 603,15 miliar pada akhir tahun 2019.

Direktur Utama, BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo. BNI Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp 603,15 miliar pada akhir tahun 2019.

Foto: Darmawan / Republika
Kenaikan laba ini didorong oleh ekspansi pembiayaan dan kenaikan dana murah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BNI Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp 603,15 miliar pada akhir tahun 2019. Jumlah tersebut naik 44,96 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 416,08 miliar.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan kenaikan laba ini didorong oleh ekspansi pembiayaan dan kenaikan dana murah. Sehingga rasio efisiensi menjadi lebih baik dari tahun lalu.

Baca Juga

Rasio efisiensi yang membaik dapat dilihat dari rasio Beban Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) dan Cost to Income (CIR) yang mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Perbaikan rasio efisiensi antara lain diperoleh melalui sinergi BNI Syariah dengan BNI Induk.

"Sinergi dilakukan dalam hal layanan, operasional perbankan, dan optimalisasi marketing communication," kata Firman, Jumat (7/2) dalam keterangan pers.

Dengan pertumbuhan laba tersebut, BNI Syariah dapat meningkatkan rasio profitabilitas ditandai dengan meningkatnya Return on Equity (ROE) secara signifikan dari 10,53 persen menjadi 13,54 persen. Sementara itu, rasio Return on Asset (ROA) juga naik dari 1,42 persen menjadi 1,82 persen.

Dari sisi bisnis, BNI Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 32,58 triliun, naik 15,13 persen dari posisi 2018 sebesar Rp 28,30 triliun. Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp 15,33 triliun atau 47,1 persen dari total Pembiayaan.

Selanjutnya, segmen komersial sebesar Rp 8,72 triliun (26,8 persen), segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp 6,58 triliun (20,2 persen). Dari sisi Liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah pada tahun 2019 mencapai Rp 43,77 triliun, naik 23,31 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 35,50 triliun.

Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan Dana Murah (Giro dan Tabungan) sebesar 39,47 persen sehingga meningkatkan rasio CASA dari 55,82 persen menjadi 63,13 persen di akhir 2019. Pertumbuhan DPK BNI Syariah tersebut juga lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 15,23 persen (yoy).

Jumlah rekening juga meningkat dari tahun 2018 sebesar 3,01 juta menjadi 3,44 juta di 2019. Strategi yang dijalankan diantaranya dengan bekerja sama dengan Institusi, Perguruan Tinggi, Sekolah, dan Komunitas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA