Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Kanada Desak Iran Kirim Kotak Hitam Pesawat Jatuh ke Prancis

Kamis 06 Feb 2020 14:40 WIB

Red: Nur Aini

Petugas menunjukkan foto seorang gadis di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Shahedshahr, Teheran, Iran, Rabu (8/1).

Petugas menunjukkan foto seorang gadis di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Shahedshahr, Teheran, Iran, Rabu (8/1).

Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
Iran belum mengeluarkan kotak hitam pesawat Ukraina yang ditembak jatuh.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Kanada mendesak Iran segera mengirim kotak hitam pesawat yang jatuh ke Prancis, tempat data tersebut mampu dianalisis.

Otoritas penerbangan sipil Iran mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan negara-negara lain yang menyelidiki jatuhnya pesawat penumpang Ukraina bulan lalu. Teheran belum mengeluarkan kotak hitam tersebut.

Baca Juga

Menteri Luar Negeri Francois-Philippe Champagne berbicara kepada mitranya Menteri Iran Mohammad Javad Zarif. Ia menekankan Teheran harus mengelola pengunduhan dan analisis perekam data penerbangan segera, bunyi pernyataan tersebut.

Champagne mengatakan opsi yang lebih dipilih yakni "agar Iran menggunakan fasilitas yang ditawarkan oleh Prancis, yang memiliki kemampuan teknis untuk mengerjakan tugas ini ". Pada Januari lalu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebutkan kotak hitam tersebut hancur dan Prancis merupakan satu dari segelintir negara yang mampu menguraikan data tersebut.

Champagne juga mengajukan pertanyaan mengenai ganti rugi bagi keluarga dari 57 warga Kanada, yang menjadi bagian 176 korban tewas. Champagne sebelumnya mengatakan kepada awak media bahwa ia bersama Menteri Transportasi Marc Garneau bertemu dengan kepala Organisasi Penerbangan Sipil Internasional pada Jumat lalu guna meminta bantuannya untuk memastikan bahwa perekam kokpit dan data penerbangan dikirim ke Prancis.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA