Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Wabah Corona, Perakitan Airbus di Pabrik Tianjin Dihentikan

Kamis 06 Feb 2020 13:27 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nidia Zuraya

Pesawat Airbus

Pesawat Airbus

Foto: AP/Remy Gabalda
Fasilitas perakitan akhir Airbus di Tianjin saat ini ditutup

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Perusahaan produsen pesawat Airbus memperpanjang rencana penutupan pabrik di Tianjin, China pada Rabu (5/2). Hal ini dilakukan menyusul wabah virus corona yang dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai kondisi darurat global.

Langkah itu menjadi dampak signifikan pertama pada produksi pesawat, sejak wabah virus corona terjadi, di mana pertama kali berasal dari Wuhan, China. Sejauh ini jumlah kematian akibat infeksi virus dilaporkan mencapai hampir 500 dan 99 persen kasus terjadi di Negeri Tirai Bambu.

Airbus berencana untuk meningkatkan produksi dari pabrik, menjadi enam pesawat A320-family per bulan. Jumlah ini lebih dari 10 persen dibandingkan produksi pesawat Airbus narrowbody pada awal tahun.

“Fasilitas jalur perakitan akhir di Tianjin saat ini ditutup. Airbus terus mengevalusi situasi dan memantau setiap dampak potensial terhadap produksi dan pengiriman, serta akan mencoba mengurangi melalui rencana alternatif jika diperlukan,” ujar Airbus dalam sebuah pernyataan.

Sejumlah sumber di bidang industri mengatakan pabrik Airbus di Tianjin telah ditutup bersama dengan banyak bisnis lainnya selama Tahun Baru Imlek dan akan dibuka kembali pada akhir Januari. Namun, pembukaan kembali telah ditangguhkan karena wabah virus corona memukul sektor logistik China, yang terlibat dalam menjaga jalur terbuka.

Tianjin menjadi salah satu dari dua jalur perakitan akhir pesawat Airbus di luar Eropa. Perusahaan produsen pesawat yang berbasis di Toulouse, Prancis ini memiliki pabrik lainnya di luar benua itu, yakni di Mobile, Alabama, Amerika Serikat (AS).

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA