Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Lampung Naik Tipis di 2019

Rabu 05 Feb 2020 19:19 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pasar Bambu Kuning kota Bandar Lampung. Struktur ekonomi Lampung masih didominasi pertanian, kehutanan dan perikanan

Pasar Bambu Kuning kota Bandar Lampung. Struktur ekonomi Lampung masih didominasi pertanian, kehutanan dan perikanan

Foto: kotalampung.com
Struktur ekonomi Lampung masih didominasi pertanian, kehutanan dan perikanan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung tahun 2019 mengalami peningkatan namun tipis dari 5,27 persen tahun 2018 menjadi 5,27 persen tahun 2020. Secara spasial pertumbuhan ekonomi Sumatra tumbuh 4,57 persen, dengan laju tertinggi Provinsi Sumatra Selatan yang tumbuh 5,71 persen.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Nurul Andriana mengatakan, perekonmian Provinsi Lampung tahun 2019 yang diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 360,66 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp 42,69 juta.

“Ekonomi Lampung kumulatif sampai Kuartal IV 2019 tumbuh 5,27 persen, sedikit menguat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,25 persen,” kata Nurul Andriana dalam keterangan persnya di Kantor BPS Lampung, Rabu (5/2).

Ia mengatakan, pertumbuhan positif dicapai semua lapangan usaha dengan laju tertinggi pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 9,57 persen. Selanjutnya, penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh cukup pesat 9,10 persen, disusul lapangan usaha yang juga tumbuh cukup besar yakni jasa pendidik, industri pengolahan, jasa lainnya, transportasi dan pergudangan masing-masing tumbuh 8 persen.

BPS Lampung mencatat, struktur perekonomian Lampung menurut lapangan usaha tahun 2019 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian masih didominasi tiga lapangan usaha utama, yakni pertanian, kehutanan dan perikanan 28,96 persen, industri pengolahan 19,85 persen, dan perdagangan besar-eceran serta reparasi mobil dan motor 11,75 persen.

Pada sektor penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung tahun 2019 sebesar 5,27 persen, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari industri pengolahan 1,54 persen, perdagangan besar-ecera dan reparasi mobil/motor sebesar 0,88 persen, konstruksi 0,59 persen. “Sementara pertumbuhan ekonomi dari lapangan usaha lainnya sebesar 2,26 persen,” kata Nurul.

Ia mengatakan perekonomian Lampung Kuartal IV 2019 dbandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 5,07 persen. Pertumbuhan positif dicapai seluruh lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi yakni penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,09 persen. “Hal ini didorong pertumbuhan kegiatan penyediaan makanan/minuman siap saji di restoran dan warung makan,” katanya.

BPS Lampung mencatat, ekonomi Lampung Kuartal IV 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengatalami kontraksi sebesar 8,42 persen. Kontraksi disebabkan penurunan lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 23,25 persen. Hal tersebut disebabkan faktor musiman yakni cuaca ekstrem yang menyebabkan komoditas pertanian produksinya menurun.

“Hanya perikanan yang mampu tumbuh 1,20 persen, selanjutnya perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil/motor juga mengalami kontraksi 4,58 persen,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA