Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Batik Air Sterilkan Pesawatnya Usai dari Wuhan

Senin 03 Feb 2020 12:19 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Muhammad Hafil

Batik Air Sterilkan Pesawatnya Usai dari Wuhan. Foto: Proses evakuasi WNI dari Wuhan, Hubei China sesaat setelah turun dari pesawat Boeing A330-300 Batik Air di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Ahad (2/2).

Batik Air Sterilkan Pesawatnya Usai dari Wuhan. Foto: Proses evakuasi WNI dari Wuhan, Hubei China sesaat setelah turun dari pesawat Boeing A330-300 Batik Air di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Ahad (2/2).

Foto: Kementerian Luar Negeri RI
Pesawat Batik Air disterilkan oleh pihak berwenang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro memastikan pesawat yang digunakan untuk membawa warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan sudah disterilkan. Pesawat tersebut yakni tipe Airbus 330-300 CEO dengan nomor registrasi PK-LDY.

Danang mengatakan proses streilisasi tersebut sudah dilakukan sejak kemarin (2/1). "Fase pengerjaan ini meliputi pembersihan, sterilisasi, penyemprotan, penggantian saringan udara kabin, dan perawatan berkala selama beberapa hari," kata Danang, Ahad (2/2).

Dia menjelaskan dalam proses sterilisasi tersebut, Batik Air bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, TNI Angkatan Udara, pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) ll, dan pihak terkait. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai standar operasional.

Dalam proses sterilisasi, Dannag memastikan dilakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman, bakteri, virus, dan lainnya oleh KKP. "Ini berlangsung kurang lebih 120 menit. Pekerjaan mencakup di kabin, kokpit, dan kompartemen kargo bagian bawah pesawat," ungkap Danang.

Dia mengatakan, pesawat dilakukan sterilisasi oleh pihak berwenang, KKP dan TNI AU memberikan izin kepada tim BAT untuk melakukan penggantian High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter yaitu alat penyaring untuk sirkulasi udara dalam pesawat. Prosedur tersebut sesuai anjuran Airbus, dikarenakan siatem HEPA sangat efektif untuk menyaring virus dalam sirkulasi udara kabin pesawat.

"Semua HEPA filter yang sudah dilepas, selanjutnya dibungkus menggunakan pembungkus khusus untuk diserahkan kepada pihak yang berwenang guna pemusnahan dengan cara dibakar," jelas Danang.

Setelah dinyatakan steril oleh KKP, pesawat tersebut ditarik ke hangar Batam Aero Technic. Danang memastikan tahapan selanjutnya yakni akan melakukan jadwal perawatan pesawat berkala.

Sebelumnya, pesawat tersebut sudah melakukan penerbangan dengan membawa 18 kru dan 30 tim medis ke Wuhan pada Sabtu (1/2). Pesawat lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 13.00 WIB dan tiba di Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok pada 19.00 waktu setempat dan kembali lagi dengan tujuan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau pada ukul 04.30 waktu setempat. Pesawat mendarat normal di Batam pukul 08.30 WIB pada Ahad (2/2).
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA