Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

PLN akan Konversi Beberapa Pembangkit Diesel ke Gas

Jumat 31 Jan 2020 15:48 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

Seorang petugas berada di dekat tangki bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas dan Uap (PLTMGU) Lombok Peaker di Tanjung Karang, Ampenan, Mataram, NTB, Senin (18/11/2019).

Seorang petugas berada di dekat tangki bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas dan Uap (PLTMGU) Lombok Peaker di Tanjung Karang, Ampenan, Mataram, NTB, Senin (18/11/2019).

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
tak semua Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) akan dikonversi oleh PLN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), Zulkifli Zaini, menjelaskan mandat peraturan pemerintah untuk memanfaatkan gas sebagai pembangkit akan dilakukan oleh PLN. Hanya saja kata Zulkifli tak semua Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) akan dikonversi oleh PLN. Khususnya, PLTD yang jauh dari infrastruktur gas.

Zulkifli menjelaskan ada beberapa PLTD, khususnya di daerah terpencil jauh dari infrastruktur gas. Akibatnya, apabila akan dikonversi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) maka akan membuat cost operasional yang lebih besar.

"Kalau PLTD kan, kita beli bensin dalam skala kecil kan bisa. Tapi kalau gas kan tidak. Nah, ini persoalan volume. Kita akan mengkonversi, mayoritas PLTD. Hanya saja, untuk beberapa PLTD yang sulit infrastruktur gas nya masih kami cari solusinya," ujar Zulkifli di Kantor Pusat PLN, Jumat (31/1).

Zulkifli juga menjelaskan ada opsi untuk mengganti para PLTD ini dengan PLTS Surya Atap, atau menggunakan angin. Ia menjelaskan PLN sedang bekerja sama dengan lembaga internasional untuk mencari solusi dari hal ini.

"Kami kerja sama dengan lembaga internasional untuk mereview bagaimana melistriki pulau terpencil ini dengan lebih baik dan lebih efisien. Semoga beberapa bulan kedepan akan ada hasil risetnya," ujar Zulkifli.

Ia juga menjelaskan PLN sendiri mendapatkan mandat dari pemerintah untuk bisa mengejar target EBT dalam bauran energi. Ia menjelaskan, kedepan akan ada banyak proyek EBT yang dikebut oleh PLN.

Salah satunya, kata Zulkifli adalah kerja sama pembangunan PLTS Cirata yang kemarin barusana diteken kontrak bersama Masdar untuk membangun proyek ini. "Kami terus berupaya melakukan segala trobosan selain untuk mengejar target bauran energi juga untuk menyeimbangkan CAD," ujar Zulkifli.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA