Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Grand Prix China Terancam Tertunda Akibat Wabah Corona

Jumat 31 Jan 2020 14:36 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nora Azizah

Badan pengatur Formula 1 (FIA) menyebut penyelenggaraan Grand Prix China terancam setelah wabah virus corona melanda negara itu. FIA memantau situasi yang berkembang untuk memutuskan penundaan Grand Prix China (Foto: ilustrasi Grand Prix)

Badan pengatur Formula 1 (FIA) menyebut penyelenggaraan Grand Prix China terancam setelah wabah virus corona melanda negara itu. FIA memantau situasi yang berkembang untuk memutuskan penundaan Grand Prix China (Foto: ilustrasi Grand Prix)

Foto: AP Photo
Grand Prix China dijadwalkan diadakan di Shanghai pada 19-21 April.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan pengatur Formula 1 (FIA) menyebut penyelenggaraan Grand Prix China terancam setelah wabah virus corona melanda negara itu. FIA memantau situasi yang berkembang untuk memutuskan penundaan Grand Prix China.

"Kami akan mengevaluasi kalender balapan yang akan datang dan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk membantu melindungi komunitas otomotif global dan masyarakat luas," tulis keterangan FIA dilansir dari BBC, Jumat (31/1).

Grand Prix China dijadwalkan diadakan di Shanghai pada 19-21 April. Sebelum itu, FIA bertanggung jawab atas balapan seri Formula E  di Sanya pada 21 Maret.

Shanghai berjarak sekitar 800 km (500 mil) dari pusat wabah virus corona di Wuhan. Sementara Sanya berjarak 500 km (300 mil).

Pernyataan FIA itu dikeluarkan sehari setelah pihaknya memantau situasi di China dengan seksama bersamaan dengan promotor balapan dan badan pengelola motorsport. FIA akan menunggu selama mungkin sebelum membuat keputusan untuk membatalkan atau menunda balapan.

FIA berharap wabah virus sudah terkendali sebelum mereka harus memutuskan apakah perlombaan harus diadakan sesuai jadwal.

Grand prix terakhir yang dibatalkan karena situasi darurat di negara tuan rumah adalah Grand Prix Bahrain 2011, setelah protes meletus di negara Timur Tengah sebagai bagian dari Arab Spring.

Grand Prix Cina bukan satu-satunya acara olahraga yang terancam wabah virus. Kejuaraan Atletik Indoor Dunia, yang dijadwalkan akan diadakan di Nanjing, 500 km dari Wuhan pada 13-15 Maret ditunda selama satu tahun.

Diketahui, otoritas kesehatan Tiongkok menyebut ada 7.711 kasus yang dikonfirmasi di negara itu hingga 29 Januari. Infeksi juga telah menyebar ke setidaknya 15 negara lain.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan pertemuan untuk kembali mempertimbangkan apakah virus tersebut merupakan darurat kesehatan global. Apalagi korban tewas akibat wabah virus corona telah meningkat menjadi 170 orang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA