Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Monas Direvitalisasi Agar Menyerupai Eiffel

Kamis 30 Jan 2020 23:02 WIB

Red: Indira Rezkisari

Suasana revitalisasi Taman Plaza Selatan Monas yang diberhentikan di Jakarta, Rabu (29/1).

Suasana revitalisasi Taman Plaza Selatan Monas yang diberhentikan di Jakarta, Rabu (29/1).

Foto: Republika/Thoudy Badai
Monas akan dibikin terbuka seperti Eiffel dan menarik minat wisatawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menyebut revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) bagian selatan bertujuan menciptakan kawasan seperti kawasan Menara Eiffel di Prancis. Kawasan itu bisa mudah dilihat dan menarik perhatian wisatawan.

"Jadi ini betul-betul kita ingin ada kenyamanan bagi pengunjung Monas, baik yang datang dari Jakarta dan luar Jakarta. Mungkin juga turis mancanegara yang datang supaya berkelas Monas. Jadi kalau datang ke Medan Merdeka Selatan berujar 'Mana sih Monas? Eh itu, kayak Menara Eiffel' gitu," ucap Saefullah di Balai Kota Jakarta, Kamis (30/1).

Menurut Saefullah, pekerjaan revitalisasi Monas di bagian selatan adalah bagian kecil dari keseluruhan revitalisasi, yang akan menjadi ruang terbuka atau lapangan, bukan pusat perbelanjaan.

"Yang kita kerjakan di 2019 ini sebagian kecil. Di bagian selatan sebagian kecil saja supaya sudut pandang Monas menurut ahli yang terlibat dalam sayembara, nanti akan jadi pemandangan ke Monas ini dari sudut yang paling sentral, sehingga dapat keindahan dari sudut selatan dan center itu selasar itu. Jadi bukan plaza. Kalau plaza itu Plaza Sudirman, Plaza Thamrin. Bukan mal, itu bukan sama sekali," katanya

Sebelumnya, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Heru Hermawanto menyebut konsep Monas akan dibuat terbuka seperti Lapangan Banteng. "Iya terbuka, persis kalau kita lihat Lapangan Banteng," ucap Heru di Balai Kota Jakarta, Selasa (21/1).

Saat ini, proses revitalisasi Monas berhenti sementara. Selain ada permintaan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, selaku Ketua Komisi Pengarah Taman Medan Merdeka, penghentian revitalisasi juga diminta oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan baru akan dilanjutkan setelah ada izin dari Mensesneg.




sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA