Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Diet Keto Berpotensi Bahaya Jika Dilakukan Jangka Panjang

Jumat 31 Jan 2020 03:00 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nur Aini

Kombinasi telur dan alpukat merupakan salah satu makanan favorit pelaku diet keto.

Kombinasi telur dan alpukat merupakan salah satu makanan favorit pelaku diet keto.

Foto: Flickr
Diet keto dinilai paling efektif dilakukan kurang dari sepekan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Dokter Amerika di Universitas Yale telah mempelajari efek dari diet ketogenik pada tikus untuk mengukur manfaat dari diet yang semakin populer ini. Diet keto melibatkan konsumsi lebih banyak lemak dan lebih sedikit karbohidrat.

Secara konkret, seseorang yang mengikuti diet ketogenik, misalnya akan makan banyak salmon asap dan alpukat. Namun, mereka akan menghindari kue, permen dan makanan kaya gula lainnya, termasuk varietas buah tertentu (anggur, mangga, dan pisang).

Baca Juga

Terlepas dari efek pelangsingannya yang cepat dan efektif, diet ketogenik juga membantu melindungi diri dari diabetes. Hal itu dijelaskan oleh peneliti di Univesitas Yale.

Para peneliti menunjukkan pengurangan glukosa dalam darah tikus satu pekan setelah mengikuti diet ketogenik. Kesimpulan itu diterbitkan di Nature Metabolism. Ketika tubuh kekurangan gula, ia memanfaatkan cadangan lemaknya dan mulai memproduksi tubuh ketogenik, yang menyediakan sumber energi alternatif. Pada saat yang sama, tubuh juga menghasilkan gamma delta T-limfosit dan penelitian menemukan sel-sel sistem kekebalan tubuh inilah yang membantu menangkal diabetes dan risiko peradangan.

Namun, penelitian itu juga menunjukkan efek sebaliknya dapat terjadi jika diet ketogenik melampaui lebih satu pekan, saat mereka menginsumsi lebih banyak lemak daripada yang dapat mereka bakar dan mengembangkan diabetes dan obesitas.

“Mereka kehilangan sel-T gamma delta pelindung dalam lemak,” kata seorang profesor imunobiologi di Yale School Medicine dan penulis utama penelitian ini, Vishwa Deep Dixit, seperti yang dilansir dari Malay Mail, Kamis (30/1).

“Temuan kami menyoroti interaksi antara metabolisme dan sistem kekebalan tubuh dan bagaimana hal itu mengoordinasikan pemeliharaan fungsi jaringan yang sehat,” ujar seorang postdoctoral fellow dalam kedokteran komparatif dan rekan penulis penelitian ini, Emily Goldberg menambahkan.

Durasi ideal untuk memaksimalkan manfaat kesehatan dari diet ketogenik belum ditentukan. Namun, para peneliti menyimpukan diet ketogenik bekerja paling baik dalam dosis kecil dan dalam waktu singkat (kurang dari sepekan).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA