Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Gunungan Sampah TPA Cipayung Ditutup Plastik Singkong

Rabu 29 Jan 2020 19:35 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah pemulung mengais sampah di TPA Cipayung, Depok, Jawa Barat, Kamis (19/9/2019).

Sejumlah pemulung mengais sampah di TPA Cipayung, Depok, Jawa Barat, Kamis (19/9/2019).

Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Warga merasa terganggu bau sampah dari TPA Cipayung selama hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Cipayung, Kota Depok menutup areal gunungan sampah dengan menggunakan plastik singkong. Hal itu dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan warga disekitar TPA Cipayung.

"Kami berusaha untuk mencegah bau yang memang sudah cukup menimbulkan aroma tak sedap," ujar Kepala UPT Cipayung, Ardan saat dikonfirmasi, Rabu (29/1).

Baca Juga

Dia mengutarakan, aroma sampah kian mengganggu penciuman warga selama berlangsung cuaca ekstrem disertai hujan deras,  sehingga menimbulkan bau busuk. "Kami berharap dengan ditutup bisa mengurangi bau sampah," terang Ardan.

Berdasarkan pemantauan Republika.co.id, gunungan sampah (landfill) ditutup menggunakan plastik seluas lebih kurang 5.000 meter persegi dari total lima hektar kolam timbunan sampah.

Penutupan menggunakan plastik tersebut dianggap ramah lingkungan, yang bertujuan menangkap gas metan agar tidak terbuang sia-sia. Penutupan ini bisa  mempercepat proses komposting atau pembusukan sampah, dan mengurangi bau sampah yang mengganggu lingkungan sekitar.

"Plastik yang digunakan sebagai penutup nantinya akan terurai dalam hitungan bulan," jelas Ardan.

Petugas TPA Cipayung, Ganim menuturkan,  penutupan gunung sampah bertujuan untuk mengurangi bau sampah. "Iya biar baunya berkurang. Ada 26 gulungan plastik singkong yang dipasang menutupi gunungan sampah. Plastik singkong ini bertahan hanya dua minggu," ucap dia.

Sejumlah warga merasa terganggu bau sampah dari TPA Cipayung selama hujan.

"Bau sampah bikin ganggu penciuman," kata warga Griya Pancoran Mas, Cipayung, Kota Depok, Sudarso.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA