Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Konflik Israel-Palestina, PBB Kedepankan Solusi Dua Negara

Rabu 29 Jan 2020 12:32 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Seorang pengunjuk rasa Palestina berlari melewati ban yang terbakar sambil memegang bendera Palestina. PBB mempertahankan konsensus internasional tentang konflik Israel-Palestina. Ilustrasi.

Seorang pengunjuk rasa Palestina berlari melewati ban yang terbakar sambil memegang bendera Palestina. PBB mempertahankan konsensus internasional tentang konflik Israel-Palestina. Ilustrasi.

Foto: Arabnews
PBB mempertahankan konsensus internasional tentang konflik Israel-Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres tetap mempertahankan konsensus internasional tentang konflik Israel-Palestina. Hal ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana perdamaian Israel-Palestina.

"Posisi PBB tetap mengedepankan solusi dua negara. PBB tetap berkomitmen mendukung warga Palestina dan Israel untuk menyelesaikan konflik berdasarkan resolusi PBB, hukum internasional, dan perjanjian bilateral serta mewujudkan visi dua negara yakni Israel dan Palestina yang hidup berdampingan secara damai dan aman dalam pengakuan berbatasan," ujar Guterres dilansir Anadolu Agency.

Solusi yang diusung oleh PBB sangat bertentangan dengan rencana perdamaian yang diumumkan oleh Trump. Rencana perdamaian itu jauh dari konsensus internasional dan tidak memberikan hak bagi pengungsi Palestina untuk kembali. Trump juga melegitimasi permukiman ilegal yang dibangun Israel di Tepi Barat.

Rencana perdamaian yang dibeberkan Trump memberikan semua tuntutan Israel dan mengabaikan banyak aspek penting yang diminta oleh Palestina. Di antaranya yakni Yerusalem tetap menjadi ibu kota Israel. Trump juga menyatakan mengakui pendudukan Israel di wilayah Judea dan Samaria, Tepi Barat, serta Lembah Yordania.

Terkait dengan bidang ekonomi, Trump mengatakan ada satu juta lapangan pekerjaan baru untuk Palestina selama 10 tahun ke depan dan investasi sebesar 50 miliar dolar AS yang dapat meningkatkan PDB sebanyak tiga kali lipat.

"Palestina berada dalam kemiskinan dan kekerasan, dieksploitasi oleh mereka yang ingin menggunakannya sebagai pion untuk memajukan terorisme dan ekstremisme. Mereka layak mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik," kata Trump dilansir BBC.

Trump menetapkan lini waktu selama empat tahun bagi Palestina untuk menyetujui pengaturan keamanan dengan Israel, menghentikan serangan oleh kelompok Hamas, dan mendirikan lembaga pemerintahan untuk negara Palestina dengan ibukotanya di Abu Dis, bagian dari Yerusalem Timur. 

Abu Dis terletak satu mil di sebelah timur Old City yang merupakan rumah bagi situs-situs suci Yahudi, Kristen, dan Muslim. Warga Palestina yang tinggal di Abu Dis dan dipisahkan oleh tembok keamanan Israel dan pos-pos pemeriksaan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA