Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Meski Ditentang AS, Inggris Tetap Pakai 5G Huawei

Rabu 29 Jan 2020 06:29 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Christiyaningsih

Perangkat Huawei untuk jaringan 5G. Boris Johnson memberi Huawei peran terbatas dalam jaringan seluler 5G Inggris. Ilustrasi.

Perangkat Huawei untuk jaringan 5G. Boris Johnson memberi Huawei peran terbatas dalam jaringan seluler 5G Inggris. Ilustrasi.

Foto: ABC News
Boris Johnson memberi Huawei peran terbatas dalam jaringan seluler 5G Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberi Huawei peran terbatas dalam jaringan seluler 5G Inggris. Hal ini telah menggagalkan upaya global oleh Amerika Serikat untuk mengecualikan raksasa telekomunikasi China dari komunikasi generasi Barat berikutnya.

Dengan menggunakan Huawei, Inggris telah menentang sekutu terdekatnya  jelang Brexit. PM Johnson memutuskan bahwa vendor berisiko tinggi seperti Huawei akan diizinkan masuk ke bagian yang tidak sensitif dari jaringan 5G.

Namun keterlibatan perusahaan berisiko tinggi akan dibatasi pada 35 persen. Mereka akan dikeluarkan dari inti sensitif di mana data diproses. Huawei akan dilarang dari semua jaringan dan lokasi penting seperti situs nuklir dan pangkalan militer.

Inggris mengatakan keputusan itu melindungi keamanan nasional sambil memberikan konektivitas kelas dunia. Dikatakan bahwa pembagian intelijen, termasuk dengan aliansi 'Lima Mata' yang dipimpin AS tidak akan terancam.

"Bagaimana kita membangun jaringan telekomunikasi publik 5G dan serat penuh tidak ada hubungannya dengan bagaimana kita akan berbagi data rahasia. Berbagi intelijen tidak akan berisiko," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab kepada anggota parlemen setelah pertemuan Dewan Keamanan Nasional yang diketuai oleh Johnson, Selasa (28/1).

Penolakan yang begitu terang-terangan terhadap kekhawatiran AS bahwa Huawei dapat digunakan untuk mencuri rahasia Barat telah mengecewakan pemerintahan Presiden Donald Trump. Namun hal ini disambut oleh perusahaan China tersebut.

"Tidak ada opsi aman bagi vendor yang tidak dipercaya untuk mengendalikan bagian mana pun dari jaringan 5G," kata seorang pejabat pemerintahan Trump.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan Inggris dalam hal jalan keluar yang menghasilkan pengecualian komponen vendor yang tidak terpercaya dari jaringan 5G," tambahnya.

Huawei, produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, mengatakan AS ingin menggagalkan pertumbuhannya karena tidak ada perusahaan AS yang dapat menawarkan jangkauan teknologi yang sama dengan harga yang kompetitif.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA