Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Waspada, Ini Tiga Kelompok yang Rentan Terinfeksi Corona

Selasa 28 Jan 2020 04:11 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Ada beberapa kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap ancaman virus corona (Foto: suasana bandara terkait wabah corona)

Ada beberapa kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap ancaman virus corona (Foto: suasana bandara terkait wabah corona)

Foto: Abdan Syakura_Republika
Ada beberapa kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap ancaman virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Virus corona jenis baru 2019-nCoV yang menyebabkan wabah pneumonia di Wuhan, Cina, memang dapat menyerang siapa saja. Akan tetapi, ada beberapa kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap ancaman virus ini.

"Anak kecil, ibu hamil dan lansia harus lebih waspada," ungkap spesialis paru dan pernapasan konsultan paru kerja dan lingkungan dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya dr Feni Fitriani SpP(K) MPdKed dalam siaran pers yang diterima republika.co.id, Senin (27/1).

Feni mengatakan anak kecil, ibu hamil dan lansia perlu lebih waspada karena memiliki kekebalan tubuh yang tidak sebaik orang-orang di usia produktif. Kondisi ini dapat membuat mereka cenderung lebih mudah tertular.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan RI melalui Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) telah memberikan imbauan terkait upaya pencegahan wabah pneumonia. Salah satu di antaranya adalah menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat dan vitamin.

"Istirahat yang cukup, menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan," sambung Feni.

Selain itu, Feni juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan saat berpergian, terutama saat berkunjung atau kembali dari negara terjangkit. Cuci tangan sebaiknya dilakukan dengan air mengalir dan sabun cair setidaknya selama 20 detik.

"Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas," jelas Feni.

Beberapa hal lain yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan adalah menjaga kebersihan diri, menjaga etika batuk dan bersin yang benar dan tidak panik tetapi tetap waspada. Feni juga menyarankan agar orang-orang sebaiknya menghindari berpergian ke daerah terjangkit untuk sementara.

Secara umum, pneumonia yang disebabkan oleh 2019-nCoV memiliki gejala yang mirip dengan pneumonia biasa. Beberapa gejala yang mungkin muncul adalah demam dan infeksi saluran pernapasan dengan gejala batuk kering serta pilek. Sesak atau kesulitan bernapas dan lesu juga dapat menjadi gejala penumonia.

Feni menyarankan agar orang-orang yang merasakan beberapa gejala ini segera memeriksakan diri ke dokter. Terlebih bila beberapa minggu terakhir pernah berkunjung atau tinggal di Wuhan atau negara-negara lain yang terjangkit hingga pernah melakukan kontak fisik atau berkomunikasi dengan orang yang positif terinveksi 2019-nCoV.

"Lebih khusus, pernah datang ke pasar hewan (hewan hidup dan mati) di negara terjangkit," ungkap Feni.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA