Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Pabrik Roti di Bandung Ludes Terbakar

Senin 27 Jan 2020 07:38 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Friska Yolanda

Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api (ilustrasi)

Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api (ilustrasi)

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Kerugian akibat kebakaran di toko roti ditaksir Rp 600 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pabrik roti Mekarsari di Jalan Kopo, Gang Babakan Rahayu, Kota Bandung ludes terbakar api pada Ahad (26/1) malam sekitar pukul 23.50 WIB. Belum diketahui penyebab kebakaran namun informasi awal tercium bau asap dari pabrik roti tersebut. 

"Menurut pemilik, Ibu Entin Kartina, sekitar pukul 23.30 Wib tercium bau asap yang  diketahui berasal dari pabrik roti," ujar Kabid Kesiapsiagaan Ops Pemadaman dan Penyelamatan Diskar Kota Bandung, Yusuf Hidayat, Senin (27/1).

Menurutnya, warga sekitar sempat melakukan upaya pemadaman secara manual. Namun api terus semakin membesar hingga akhirnya melaporkan ke pemadam kebakaran.

Ia mengatakan, petugas sampai ke lokasi sekitar pukul 23.57 WIB dan langsung melakukan pemadaman di area yang terbakar sekitar 160 meter persegi dua lantai. Akibat kebakaran tersebut ditaksir kerugian mencapai Rp 600 juta. 

Sedangkan menurutnya aset yang terselamatkan mencapai Rp 3 miliar lebih. Yusuf mengatakan tidak terdapat korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Ada 11 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dalam memadamkan api. 

"Penanganan dimulai pada pukul 00.00 WIB, diperlukan 18 selang dari jalan utama ke lokasi kebakaran dan petugas melakukan pemadaman secara menyeluruh pada bagian yang terbakar," katanya.

Selanjutnya, Yusuf mengatakan petugas melakukan pendinginan dan pengecekan serta mengimbau kepada warga sekitar untuk pencegahan bahaya kebakaran agar menyediakan APAR. "Penanganan usai pada pukul 02.00 WIB dengan waktu penanganan 2 jam," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA