Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Penjelasan Bahwa Allah SWT tak akan Menzalimi Hamba-Nya

Jumat 24 Jan 2020 21:00 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Allah SWT Mahaadil dan tak akan menzalimi hamba-Nya. Ilustrasi kaligrafi lafal jalalah di dinding yang tersorot matahari dan terpancar di lantai sebuah masjid.

Allah SWT Mahaadil dan tak akan menzalimi hamba-Nya. Ilustrasi kaligrafi lafal jalalah di dinding yang tersorot matahari dan terpancar di lantai sebuah masjid.

Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Allah SWT Mahaadil dan tak akan menzalimi hamba-Nya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Allah SWT memiliki kuasa atas segalanya. Secara logika, kehendak Allah memungkinkan untuk melakukan apapun termasuk kezaliman sekalipun. Namun mengapa Allah tak melakukan kezaliman?

Baca Juga

Akar kezaliman biasanya adalah kejahilan, takut, kebutuhan, kerakusan, dan lainnya. Tetapi Allah adalah Tuhan Mahasegalanya. Untuk itu, Allah tak mungkin melakukan kezaliman kepada makhluk-makhluk-Nya.

Dalam Alquran surah an-Nisa ayat 40, Allah SWT berfirman:

نَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

Innallaha la yazhlimu mitsqala dzarratin wa in taku hasanatan yudha’ifha wa yu’thi min ladunhu ajran azhiman.” 

Yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah. Dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dari sisiNya pahala yang besar,”.

Dalam kitab "Tafsir Nurul Qur’an" karya Allamah Kamal Faqih Imani dijelaskan, ayat tersebut sesungguhnya berbicara kepada orang-orang yang tidak beriman lagi kikir. Yang statusnya juga diisyaratkan dalam beberapa ayat Alquran lainnya. 

Dalam ayat tersebut, kalimat 'sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah’, berarti mustahil bagi Allah menzalimi seluruh makhluk ciptaannya. Kalaupun manusia diberikan musibah, hal itu bukan berarti Allah menzalimi manusia yang bersangkutan.

Kata zarrah dalam bahasa Aran berarti semut yang sangat kecil. Tidak dapat dilihat dengan mudah. Mengingat bahwa kata mitsqal dalam bahasa Arab berarti bobot, maka frase yang digunakan Alquran dalam kalimat mitsqala dzarratin memiliki arti berat dari sebuah benda yang luar biasa kecilnya.

Allah, kata beliau, dalam ayat tersebut bukan hanya mengisyaratkan tak melakukan kezaliman, melainkan memberikan rahmat dan kasihnya. Allah akan melipatgandakan amal manusia walaupun amal itu hanyalah sebesar zarrah.

Di sisi lain, Allah juga memerintahkan manusia untuk berbuat adail dan melakukan kebaikan. Jadi bagaimana mungkin Allah sendiri merupakan zat yang zalim? Justru Allah merupakan zat yang pemurah, dan rahmatnya mengelilingi manusia dan makhluk lainnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA