Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Korlantas Polri Bantu Penyelidikan Kecelakaan Bus di Subang

Ahad 19 Jan 2020 13:32 WIB

Red: Ratna Puspita

Bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Subang

Bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Subang

Foto: DOK Humas Polda Jabar
Korlantas dilibatkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara sejak Ahad pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri turut membantu penyelidikan penyebab kecelakaan bus pariwisata yang mengakibatkan delapan orang tewas di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Korlantas dilibatkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejak Ahad (19/1) pukul 08.00 WIB.

"Kita Polda Jawa Barat akan kerjasama dengan Korlantas dengan menggunakan metode TAA Korlantas, yakni Traffic Accident Analysis," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Eddy Djunaedi, Ahad.

Baca Juga

Traffic Accident Analysis, menurutnya, merupakan suatu metode yang sesuai dengan SOP dalam penanganan kecelakaan. Dengan metode tersebut, kata dia, penyebab kecelakaan akan mudah diketahui.

"Itu sudah SOP penanganan laka lantas, metode untuk ungkap kecelakaan," kata dia.

Kecelakaan tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (18/1), sekira pukul 17.00 WIB. Kecelakaan tunggal tersebut dialami bus pariwisata PO Purnamasari dengan nomor polisi E 7508 W. Bus tersebut diketahui membawa penumpang sebanyak 58 orang. Bus tersebut akan bertolak ke Depok dari kawasan Tangkuban Parahu.

Sementara ini polisi menduga kecelakaan tersebut diakibatkan oleh tak terkendalinya bus saat di jalan yang menurun. Akibatnya bus terguling ke arah kanan bahu jalan di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Berdasarkan data kepolisian, delapan orang meninggal dunia terdiri dari tujuh warga Kota Depok dan seorang supir bus yang merupakan warga asal Kabupaten Bogor. Selain itu, 10 orang diketahui mengalami luka berat dan 20 orang mengalami luka ringan. Berdasarkan informasi, para korban sudah dibawa ke wilayah asalnya masing-masing.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA