Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Percaya Diri Jadi Kunci SM Pertamina Atasi Louvre

Jumat 17 Jan 2020 19:02 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Guard Louvre Surabaya Michael Ayodele Kolawole (kiri) berusaha menghalangi laju guard Satria Muda Pertamina Gary Jacobs Jr saat pertandingan pertama seri dua IBL Pertamax 2020 di GOR Ctra Arena, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/1).

Guard Louvre Surabaya Michael Ayodele Kolawole (kiri) berusaha menghalangi laju guard Satria Muda Pertamina Gary Jacobs Jr saat pertandingan pertama seri dua IBL Pertamax 2020 di GOR Ctra Arena, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/1).

Foto: Antara/M Agung Rajasa
Louvre kini mengoleksi dua kemenangan dan sekali kalah, sama dengan SM Pertamina.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --  Kejutan Louvre Surabaya tak berlanjut di Seri II IBL Pertamax 2020. Tim debutan tersebut dibungkam Satria Muda (SM) Pertamina 69-61 di GOR C'tra Arena, Bandung, Jumat (17/1). Louvre kini mengoleksi dua kemenangan dan sekali kalah, sama dengan SM Pertamina.

Kepercayaan diri dan juga percaya kepada tim menjadi kunci sukses SM Pertamina saat mengalahkan Louvre.

Gary Jacobs Jr menjadi bintang dan inspirator kemenangan SM Pertamina. Gary mencetak 26 angka dan enam assist. “Ya saya percaya diri dan juga percaya kepada tim. Ini gim yang ketat,” kata Gary usai laga.

Dia juga memuji dua rekannya yang mencetak angka dua digit, Juan Laurent Kokodiputra (13 angka) dan Muhammad Sandy Ibrahim (10 poin). “Kami membutuhkan mereka untuk selalu begini. Begitu pula rekan-rekan lainnya,” ujarnya.

Pelatih Satria Muda, Milos Pejic juga lega dengan pencapaian timnya. Dalam beberapa kesempatan, Milos sempat kesal karena kesalahan para peminnya. 

“Pertandingan ketat, lawan juga berat. Mereka salah satu kandidat juara. Anak-anak hari ini bermain bagus, terutama dalam defense,” kata Milos.

Pelatih Louvre Andika Supriadi Saputra mengeluhkan buruknya lemparan bebas para pemainnya. Di ssamping itu, minimnya tembakan tiga angka yang melesak masuk menjadi masalah. 

“Dari 22 kesempatan kami hanya memasukkan delapan lemparan bebas. Ini sangat buruk. Louvre hanya mampu melesakkan tiga tembakan tiga angka dari 13 kesempatan," kata dia.

Louvre sebenarnya sudah mengawali gim dengan baik. Tetapi, kata dia, berikutnya game plan tidak berjalan mulus. "Sharing bola anak-anak masih kurang,” sesalnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA