Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Owi/Apriyani Akui Keunggulan Permainan Chris/Gabrielle

Kamis 16 Jan 2020 16:39 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Pebulu tangkis ganda campuran Tontowi Ahmad (kiri) dan rekannya Apriyani Rahayu mengembalikan kok ke arah lawannya asal Inggris Chris Adcock dan Gabrielle Adcock dalam pertandingan babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/1).

Pebulu tangkis ganda campuran Tontowi Ahmad (kiri) dan rekannya Apriyani Rahayu mengembalikan kok ke arah lawannya asal Inggris Chris Adcock dan Gabrielle Adcock dalam pertandingan babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/1).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Owi dan Apriyani masih meraba pola permainan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu, harus terhenti pada babak kedua Daihatsu Indonesia Masters 2020. Pasangan baru ini kalah dari Chris Adcock/Gabrielle Adcock, 9-21, 12-21.

Owi, sapaan akrab Tontowi Ahmad, mengakui keunggulan lawan. Menurut Owi, pola permainan ganda Inggris kitu lebih unggul. Sementara, Owi dan Apriyani masih meraba pola permainan.

"Kami juga kalah mental. Servis saja dicolongin," ujar Owi usai pertandingan di Istora Senayan Jakarta, Kamis (16/1).

Meski mantan patner Liliyana Natsir kecewa dengan hasil tersebut, namun ia menerimanya karena ia dan Apri baru berpasangan di turnamen ini. Owi optimistis ke depan akan lebih baik bersama Apri.

Owi mengaku turun pada turnamen ini kurang persiapan dengan pasangan barunya. Ia berjanji akan mempersiapkan lebih baik lagi pada turnamen selanjutnya, yaitu Thailand Masters dan Barcelona Spanyol Masters yang sudah dipastikan turun.

Apriyani menambahkan, Chris/Gabrielle merupakan pemain bagus dan berpengalaman. Sang lawan mampu membaca arah bola. Dari pertandingan ini, Apri mempunyai catatan perlunya memperbaiki lini depan. "Saya harus bisa ngatur depannya," kata dia.

Bermain di ganda campuran, menurut Apriyani, berbeda dengan ganda putri. Di ganda campuran, lanjut dia, di depan lebih banyak diambil oleh pemain wanita. Maka dari itu, Apriyani akan terus mengasah kemampuan mengatur bola depan net.

Selain itu, Apriyani akan terus memahami kelemahan dan kelebihan dari Owi. Menurut dia, bermain non-tunggal harus saling memahami pasangannya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA