Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Harga Cabai Cirebon Tembus Rp 70 Ribu Per Kilogram

Kamis 16 Jan 2020 15:57 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nora Azizah

Harga cabai merah di pasar tradisional di Kota Cirebon semakin meroket (Ilustrasi Cabai)

Harga cabai merah di pasar tradisional di Kota Cirebon semakin meroket (Ilustrasi Cabai)

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Tak hanya cabai, harga sejumlah komoditas sayuran juga merangkak naik.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Harga cabai merah di pasar tradisional di Kota Cirebon semakin meroket. Sejumlah komoditas sayuran lainnya juga ikut merangkak naik di musim penghujan ini.

Berdasarkan pantauan di Pasar Pagi, Kota Cirebon, Kamis (16/1), harga cabai merah saat ini sudah mencapai Rp 70 ribu per kilogram (Kg). Sepekan sebelumnya, harga cabai merah masih di kisaran Rp 50 ribu – Rp 55 ribu per kg. Kenaikan harga cabai merah itu terjadi secara bertahap dari harga normalnya yang hanya di kisaran Rp 25 ribu per kg.

Selain cabai merah biasa, kenaikan serupa juga terjadi pada cabai merah keriting yang kini mencapai Rp 65 ribu per kg. Dalam kondisi normal, harga cabai merah keriting hanya sekitar Rp 25 ribu per kg. Cabai rawit juga naik dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 35 ribu per kg.

Selain cabai, harga jenis sayuran lainnya juga mengalami kenaikan. Seperti misalnya, kentang yang harganya naik dari Rp 14 ribu per kg menjadi Rp 16 ribu per kg, tomat dari Rp 8.000 per kg menjadi  Rp 10 ribu per kg, wortel naik dari 12 ribu menjadi Rp 14 ribu per kg.

Begitu pula bawang putih, yang harganya naik dari Rp 40 ribu per kg menjadi Rp 44 ribu per kg. Namun, untuk bawang merah, harganya justru menurun dari Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 25 ribu per kg.

"Tidak tahu apa penyebabnya. Tapi kenaikan harga sayuran memang biasa terjadi saat musim penghujan," terang Ida.

Seperti misalnya jenis cabai, lanjut Ida, musim hujan membuat cabai cepat busuk.  Karena alasan itu pula, saat ini dia tidak berani membeli pasokan cabai dalam jumlah banyak dari Pasar Induk Jagasatru.

"Sekarang sih paling hanya berani ambil kurang dari satu kuintal, biar cepat habis. Soalnya kalau tidak cepat laku, nanti jadi busuk," tutur Ida.

Baca Juga

Selain itu, lanjut Ida, berdasarkan informasi dari petaninya, hujan yang disertai angin juga membuat bunga tanaman cabai jadi banyak yang rontok. Hal itu akhirnya membuat hasil panen jadi berkurang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA