Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Polri Tunggu Permintaan KPK untuk Bantu Cari Harun Masiku

Selasa 14 Jan 2020 17:48 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bayu Hermawan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

Foto: Republika/Abdurrahman Rabbani
Polri menunggu permintaan KPK untuk membantu menangkap Harun Masiku.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, pihaknya masih menunggu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membantu mencari politikus PDIP Harun Masiku, tersangka kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Saat ini, Harun diketahui berada di Singapura.

"Tentunya kami menunggu permintaan dan keputusan dari KPK. Apakah yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka? apakah sudah ditetapkan DPO? karena di luar negeri nanti kami koordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri (Divhubinter Polri) yang akan membantu," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

Kemudian, ia menambahkan prinsipnya Polri akan maksimal untuk membantu sesuai aturan. Misalnya, ada permintaan dari KPK karena bersangkutan sudah ditetapkan tersangka dan seperti apa nanti bersangkutan ada dimana.

"Kami maksimalkan membantu sebatas ada permintaan dari KPK," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Kabag Humas Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang mengungkapkan Politikus PDIP Harun Masiku sudah berada di luar negeri sejak awal Januari. "Tercatat tanggal 6 Januari keluar Indonesia menuju Singapura," ujar Arvin saat dikonfirmasi, Senin (13/1).

Lantaran sudah berada di luar negeri, pihak Imigrasi saat ini belum mengeluarkan surat pencekalan untuk Harun. Namun, kata Arvin, KPK sudah berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi terkait pencarian terhadap Harun.

Sementara itu, Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, KPK akan berupaya keras untuk menangkap Harun. Salah satunya adalah melakukan komunikasi dengan penegak hukum yakni Kepolisian dan pihak Imigrasi Kemenkumham.

"Itu prosedur yang kami  lakukan terhadap para tersangka.  Karena pihak imigrasi yang paham terkait perlintasan orang masuk dan keluar Indonesia," ujar Firli.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA