Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Putra Mahkota UEA Jadi Ketua Pengarah Pembangunan Ibu Kota

Selasa 14 Jan 2020 09:52 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nur Aini

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diwawancari wartawan di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin (6/1).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diwawancari wartawan di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin (6/1).

Foto: Republika/Mimi Kartika
Putra Mahkota UEA setuju jadi ketua dewan pengarah pembangunan ibu kota baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang  Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) telah menyatakan bersedia menjadi Ketua Dewan Pengarah pembangunan ibu kota baru. Hal itu usai mendampingi Presiden Joko Widodo bertemu dengan Putra Mahkota MBZ dan Masayoshi Son di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (14/1).

Baca Juga

"MBZ akan menjadi ketuanya dengan dua orang anggota, yaitu Masayoshi Son dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, di atasnya ada Presiden Joko Widodo yang akan menjadi penanggung jawab," ujar Luhut dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Selasa (14/1).

Putra Mahkota MBZ, kata Luhut, menilai penunjukan sebagai ketua dewan pengarah ibu kota baru merupakan sebuah penghargaan dapat berperan dalam pembangunan negara muslim terbesar di dunia. Luhut menyampaikan peran dewan pengarah akan memberikan arahan terhadap pembangunan ibu kota baru.

"Diharapkan dengan hadirnya mereka akan menambah keyakinan para investor untuk menanamkan modal mereka di ibu kota baru," ucap Luhut.

Masayoshi Son adalah salah satu orang terkaya di Jepang, pendiri SoftBank dan Chief Executive Officer dari SoftBank Mobile. Sementara, Tony Blair adalah mantan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007 yang pernah bertugas sebagai utusan Timur Tengah untuk PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia dengan salah satu tugas utamanya adalah menyelesaikan konflik Israel-Palestina. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA