Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Ipar Jokowi Ramaikan Bursa Balon Bupati Gunung Kidul

Senin 13 Jan 2020 16:13 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Pilkada (ilustrasi). Ipar Jokowi disebut akan bersaing dalam pilkada Gunung Kidul.

Pilkada (ilustrasi). Ipar Jokowi disebut akan bersaing dalam pilkada Gunung Kidul.

Foto: Republika/Prayogi
Wahyu Purwanto masih menunggul surat rekomendasi dari DPP Nasdem.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Ipar Presiden Joko Widodo, Wahyu Purwanto disebut-sebut akan meramaikan bursa calon bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui Partai NasDem.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem DIY Suharno di Gunung Kidul, Senin, mengatakan hingga saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari DPP Nasdem terkait surat rekomendasi siapa yang akan maju sebagai calon bupati dari NasDem.

Wahyu Purwanto kemungkinan akan maju bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul Bahron Rasyid sebagai bakal calon wakil bupati. "Kami berharap Wahyu Purwanto bisa mendapatkan rekomendasi dari DPP Nasdem," katanya.

Selama ini, Wahyu Purwanto sudah berkomitmen untuk membangun Gunung Kidul sejak dirinya menjadi rektor Universitas Gunung Kidul. Selain itu, Wahyu sudah melakukan pendampingan terhadap petani, dan warga lainnya.

"Kalau bisa menang (pilkada) koordinasi dengan pusat kan lebih mudah, tetapi faktor keluarga presiden itu hanya satu faktor saja. Faktor lainnya komitmen Wahyu Purwanto membangun Gunung Kidul sudah sejak lama,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Wahyu Purwanto enggan mengomentari ketika ditanya mengenai potongan kutipan Twitter dari Farid Gaban tentang foto dirinya yang disandingkan dengan Gibran Rakabuming Raka, Doli Sinomba Siregar, Wahyu Purwanto, dan Bobby Nasution. Wahyu tidak mau berkomentar.

Ketua DPD Nasdem Gunung Kidul Suparjo mengatakan nama Wahyu Purwanto dan Bahron Rasyid sudah disetorkan ke DPP NasDem. Saat ini sedang menunggu surat dari pusat. "Informasinya, surat rekomendasi turun sekitar Februari atau Maret nanti. Keputusan tergantung pusat,” kata Suparjo.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA