Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Drajad Soal Caketum PAN: Air Tenang Menghanyutkan

Ahad 12 Jan 2020 16:19 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

 Drajad Wibowo

Drajad Wibowo

Foto: dok. Republika
Drajad mengklaim dirinya mendapat respons baik dari para pemilik suara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu calon ketua umum PAN Drajad Wibowo mengaku sudah melakukan silaturahmu dengan para peserta kongres PAN untuk menggalang dukungan. Ia mengaku sudah bersafari ke berbagai pemilik suara.

"Insya Allah saya sudah bersilaturrahmi dengan banyak sekali peserta kongres, dan ini terus bersafari silaturrahim," kata Drajad saat dikonfirmasi Republika.co.id melalui pesan singkatnya, Ahad (12/1).

Drajad mengklaim dirinya mendapat respons baik dari para pemilik suara, dalam hal pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan dewan pimpinan wilayah (DPW) yang dikunjunginya. Namun, ia tak mau berspekulasi soal peluang yang bakal diperolehnya.

Baca Juga

Ia mengaku tak mempermasalahkan caketum lain yang mengklaim telah mendapat dukungan. Misalnya, Zulkifli Hasan yang mengklaim sudah mendapat dukungan dari 300an DPD dan 30 DPW. Lalu, Mulfachri Harahap yang didampingi Amien Rais.

"Soal dukungan, saya ikut pepatah: air beriak tanda tak dalam, air tenang menghanyutkan," ujar Drajad menegaskan.

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menyebut Kongres PAN bakal digelar Februari 2020 mendatang. Salah satu agenda yang bakal digelar dalam kongres tersebut yakni pemilihan ketua umum PAN.

"Kongres nanti Februari, pertengahan lah," kata Viva Yoga saat berbincang dengan wartawan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Namun, ia tidak menyebutkan lokasi Kongres tersebut.

Viva Yoga menyampaikan, pada dasarnya, Kongres tersebut akan menghadirkan untuk adu ide atau gagasan dari tokoh-tokoh di internal PAN. Ia menjamin, kongres tersebut akan menghadirkan prinsip demokratis.

Viva Yoga juga mengakui adanya dinamika yang terjadi menjelang penentuan waktu dan tempat kongres. Ia menilai dinamika itu menjadi bagian demokrasi. "Prinsip semacam itu sudah menjadi wacana internal. Kalau ada yang ramai di pemneritaan itu adalah bagian dinamika demokrasi," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA