Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Pengamat Nilai Mulfachri Punya Peluang Jadi Ketum Baru PAN

Sabtu 11 Jan 2020 04:55 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Bayu Hermawan

Zulkifli Hasan dan Mulfachri Harahap

Zulkifli Hasan dan Mulfachri Harahap

Foto: Republika/Prayogi
Pengamat menilai Mulfachri punya peluang sedikit lebih besar dari Zulkifli Hasan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, Zulkifli Hasan dan Mulfachri Harahap merupakan dua kandidat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang paling menonjol saat ini. Menurutnya, keduanya sama-sama memiliki peluang dan basis pendukung yang kuat.

"Sulit memastikan siapa yang akan terpilih, karena keduanya miliki basis dukungan setara, Zulkifli dengan kelompok mapan. Sementara Mulfachri dengan kelompok transformatif," ujar Dedi saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (10/1).

Kendati demikian, kata Dedi, dua kecenderungan ini jika menyesuaikan kondisi Parpol saat ini, Mulfachri memiliki peluang sedikit di atas Zulkifli Hasan. Terlebih Politikus senior PAN, Amien Rais memiliki gerbong sendiri yang bisa menambah daya ungkit keterpilihan Mulfachri.

Sisi lain, kata Dedi. dengan corak politik Mulfachri yang lebih mendobrak dan tidak ragu menempatkan PAN. Lebih dapat menarik bagi pemilih yang tidak puas dengan Zulkifli Hasan terkait posiai PAN yang ragu antara berpihak pada pemerintah atau tidak.

"Menurut saya ke depannya PAN akan lebih transformatif, tidak lagi bermain bertahan. Tetapi sedikit memberi tekanan sesuai dengan corak politik anak muda," ucap Dedi.

Namun memang, menurut Mulfachri, infrastruktur politik PAN bisa disebut menguntungkan Zulhas. Hanya saja secara keseluruhan Zulhas juga terganjal dengan citra politik landainya. Sepanjang Zulhas memimpin, PAN hanya sekedar memenuhi koridor organisasi, tidak ada tatakelola organisasi yang lebih segar dibanding kepemimpinan terdahulu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA