Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Pemkot Padang Diminta Petakan Daerah Rawan Banjir

Jumat 10 Jan 2020 23:40 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pemkot Padang Diminta Petakan Daerah Rawan Banjir. Warga berusaha menarik mobil truk pengangkut batu yang berada di tengah sungai Batang Kuranji akibat terseret banjir di Kecamatan Pauh, Padang, Sumatra Barat.

Pemkot Padang Diminta Petakan Daerah Rawan Banjir. Warga berusaha menarik mobil truk pengangkut batu yang berada di tengah sungai Batang Kuranji akibat terseret banjir di Kecamatan Pauh, Padang, Sumatra Barat.

Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi
Penanganan banjir di Padang harus menjadi prioritas.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat Suwirpen Suib meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Padang memetakan daerah rawan banjir. Pemetaan bertujuan agar ada solusi yang bisa dilakukan ketika curah hujan tinggi.

"Banjir merupakan hal yang belum teratasi dan selalu terjadi dari tahun ke tahun di daerah ini," kata dia, Jumat (10/1).

Ia mengatakan penanganan banjir harus menjadi prioritas karena Kota Padang merupakan ibu kota provinsi. Selain itu, sistem perencanaan pencegah banjir harus dirancang secara jelas

"Pemkot harus memikirkan anggaran penanggulangan banjir. Jika curah hujan tinggi tidak terjadi lagi banjir seperti kemarin," kata dia.

Anggota Komisi IV DPRD Sumbar Rafdinal mengatakan Pemkot Padang harus mencari apa penyebab banjir. Jika banjir terjadi akibat sungai yang tidak mampu menampung debit air, maka perlu dilakukan normalisasi.

Selain itu, pemkot harus melakukan langkah investigasi pascabencana untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk penanganan setelah bencana. Dia mengatakan bencana alam terjadi merupakan akumulasi dari beberapa kesalahan dan pelanggaran yang harus dievaluasi, seperti banyaknya hutan yang gundul, sungai yang tidak mampu menampung debit air, dan lainnya.

"Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan harus ditingkatkan. Untuk pemerintah harus melakukan sosialisasi agar masyarakat mempunyai kesadaran untuk menjaga ," katanya.

Sebelumnya, hujan yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis (9/10) sore telah menyebabkan sejumlah kawasan yang ada di daerah itu direndam air dengan ketinggian bervariasi mulai 30 sentimeter hingga satu meter. Berdasarkan pantauan di Jalan Kampung Nias V, Kecamatan Padang Selatan ketinggian air telah mencapai sekitar 50 sentimeter menyebabkan kendaraan sulit melewati jalan tersebut.

"Selepas ashar sampai sekarang hujan turun terus menyebabkan jalan tergenang air ," kata warga setempat, Buyung.

Di Komplek Perumahan Jundul, Kecamatan Padang Selatan dilaporkan pada jalan menuju ke komplek tersebut mulai direndam air dengan ketinggian hingga satu meter. Beberapa jalan utama di Kota Padang juga tak luput dari genangan seperti Jalan Khatib Sulaiman, Jalan Sutomo, Jalan Veteran dan Rasuna Said hingga ke kawasan Bypass.

Di Jalan Sutomo akses menuju jalan tersebut cukup sulit karena air sudah menggenangi badan jalan menyebabkan kendaraan terkendala lewat. Sedangkan di Jalan Perintis Kemerdekaan air juga memenuhi jalan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA