Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

BI: Penjualan Eceran November 2019 Menurun

Jumat 10 Jan 2020 13:26 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Pedagang beraktivitas di kios sayuran saat sidak pasar jelang Natal dan Tahun Baru di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jumat (20/12).

Pedagang beraktivitas di kios sayuran saat sidak pasar jelang Natal dan Tahun Baru di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jumat (20/12).

Foto: Abdan Syakura
Penjualan eceran ditopang positif oleh penjualan suku cadang dan aksesori.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia merilis hasil survei penjualan eceran yang tetap tumbuh positif pada November 2019. Meskipun melambat dibandingkan penjualan pada bulan sebelumnya, Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2019 tumbuh 1,3 persen (yoy).

IPR Oktober 2019 tercatat sebesar 3,6 persen (yoy). Pertumbuhan positif penjualan eceran ditopang oleh penjualan pada kelompok Suku Cadang dan Aksesori, kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau.

Penjualan eceran pada Desember 2019 diproyeksi tidak setinggi pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini terindikasi dari pertumbuhan IPR Desember 2019 yang secara tahunan menurun sebesar 0,2 persen (yoy).

"Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penjualan kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, serta kelompok Barang Lainnya," katanya dalam keterangan pers, Jumat (10/1).

Hasil survei mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan yang akan datang meningkat menjadi 154,6, dari 149,2 pada bulan sebelumnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA