Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Jangan Mencintai Sesuatu Secara Berlebihan

Jumat 10 Jan 2020 12:23 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ustaz Cholidil Asadil Alam.

Ustaz Cholidil Asadil Alam.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Jangan sampai mencintai berlebihan hingga tak sadar sudah menduakan Allah.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Cholidi Asadil Alam

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam mengatakan, "Ahbib ma ahbabta fainnaka mufariquhu, wa'isy ma syi-ta fainnaka mayyitun wa'mal ma syi-ta fainnaka mujziun bih. Cintailah apa atau siapa saja, tapi sadarilah bahwa anda akan berpisah dengan semuanya itu, hiduplah sesuka Anda, tapi yakinlah bahwa Anda pasti mati. Dan berbuatlah sesuka Anda, tapi ingatlah bahwa Anda akan dapat balasan atas perbuatan Anda itu." (H.R. Al-Thabrani).

Dalam hadist Nabi shalallahu alaihi wassalam ini kita bisa mengambil kesimpulan kita tidak boleh mencintai sesuatu secara berlebihan di dalam hidup ini. Alasannya karena segala sesuatunya kita miliki pasti akan berpisah, yang kekal adalah akhirat, kehidupan yang abadi adalah kehidupan setelah kita mati.

Jadi jangan sampai kita mencintai sesuatu secara berlebihan, karena itu akan membuat kita menderita. Kita bisa dibuat majnun atau bodoh, kita dibuat linglung atau tidak bisa konsentrasi mengerjakan yang lainnya jika kita terlalu mencintai sesuatu yang membuat kita tidak terfokus untuk melakukan hal lainnya.

Selain itu, hadist di atas bisa dimaknai jangan mencintai sesuatu secara berlebihan hingga kita tak sadar sudah menduakan Allah. Dalam hati kita yang nomor satu hanyalah Allah, karena hidup mati kita hanya untuk Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya.

Di zaman yang serba terbuka ini, memang kita bisa diberikan kebebasan melakukan dan meraih apa saja. Namun dalam hadist di atas kita sebagai umat Islam diingatkan oleh Rasulullah, bahwa kita bebas melakukan apa saja dan berbuat sesuka hati tapi kematian adalah sebuah kepastian. Segala sesuatu pasti ada balasannya, segala sesuatu pasti dipertanggung jawabkan kelak di akhirat, karenanya di dalam Surah al-Fatihah ada makna kalimat dari hari yaumiddin yaitu hari pembalasan, dibalas baik maupun dibalas buruk.

Karena itu mumpung masih hidup kita harus berhati-hati dalam melakukan suatu perbuatan, karena segala sesuatu segalanya itu pasti ada balasannya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA