Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Atasi Banjir, Emil Usulkan Empat Bendungan Baru

Jumat 10 Jan 2020 09:20 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Indira Rezkisari

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) bersama Gubernur Banten Wahidin Halim (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) mengikuti rapat pencegahan dan penanganan dampak banjir yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) bersama Gubernur Banten Wahidin Halim (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) mengikuti rapat pencegahan dan penanganan dampak banjir yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Emil masih mencari lokasi yang pas untuk dijadikan bendungan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menyatakan dalam rapat di Istana Negara telah mengusulkan bendungan baru bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Bendungan baru ini termasuk untuk mengantisipasi banjir di Karawang.

Menurut Ridwan Kamil, sedikitnya sekitar tiga hingga empat bendungan baru yang diusulkan untuk mengatur air sungai khususnya di zona rawan banjir. Saat ini, ia sedang mencari titik yang pas untuk dijadikan bendungan.  

"Ingin ada bendungan penahan pengatur aliran Sungai Cibeet dan Cilamaya, kemudian Cileungsi dan Cikeas juga. Butuh sekitar tiga sampai empat lokasi di zona terdampak," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Kamis (9/1).

Menurutnya, usulan tersebut disambut baik Presiden Jokowi. Selain itu Presiden juga meminta agar proses pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi bisa selesai akhir tahun ini.

"Intinya Presiden setuju pengaturan air ini ke wilayah Utara khususnya perkotaan harus ada pengendali yang lebih baik," katanya.

Agenda berikutnya, kata dia, yaitu akan digelar rapat teknis pembagian tugas dalam mengelola tata air yang berada di Jabodetabek. Mengingat sistem air sebelumnya tidak didesain untuk mendekati ketinggian 400 milimeter.

"Jadi faktor ini secara resmi adalah cuaca ekstrem, yang biasanya 100 milimeter itu paling tinggi, kemarin itu tertinggi dalam 154 tahun jadi sangat-sangat tinggi," katanya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA