Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Erick: Pemerintah Fokus Selesaikan Persoalan Jiwasraya

Kamis 09 Jan 2020 17:17 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda

Menteri BUMN, Erick Thohir saat mengunjungi posko pengungsian korban banjir di Jakarta.

Menteri BUMN, Erick Thohir saat mengunjungi posko pengungsian korban banjir di Jakarta.

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
BUMN telah menyampaikan sejumlah tahapan dalam menyehatkan kembali Jiwasraya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, hasil investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus Jiwasraya memberikan angin segar dalam penyelesaian permasalahan yang dialami Jiwasraya. Erick menilai, BPK telah menjelaskan secara gamblang terkait kasus tersebut sehingga BUMN dapat memiliki sejumlah tahapan demi memastikan pembayaran klaim nasabah.

"Kita tidak mau BUMN dianggap melarikan diri, walaupun ini (kejadian sejak) 2006, kita tidak bisa memisah-misahkan karena ini negara kita. Jadi, apa yang terjadi dulu dan sekarang, saya yakin pemerintah selalu mencari solusi," ujar Erick seusai pertemuan di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/1).

Baca Juga

Erick menyampaikan, pemerintahan Jokowi sendiri sedang bekerja keras, termasuk bekerja sama dengan sejumlah pihak demi penyelesaian Jiwasraya. "Kita harus berikan solusi, bukan lempar problem. Kita harus jadi solusi maker," kata Erick. 

Erick menyampaikan sejumlah tahapan dalam menyehatkan kembali kondisi Jiwasraya, antara lain, dengan pembentukan holding yang diharapkan memberikan cashflow sebesar Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun. Selain itu, Kementerian BUMN juga mengkaji sejumlah aset potensial Jiwasraya yang bisa dilepas demi penyehatan kembali Jiwasraya.

Erick meminta semua pihak membantu upaya pemerintah menyelesaikan persoalan Jiwasraya. Erick menilai aspek kepercayaan menjadi sangat penting dalam membuka masuknya investor di dalam Jiwasraya.

"Kalau kita ini sedang bilang investasi-investasi, tapi di lain pihak kepercayaannya menurun. Ini sebuah kontradiksi, kita mau pertumbuhan tinggi, tapi pengelolaan good corporate governance tidak ada, bagaimana publik bisa percaya," kata Erick. 

Erick mengaku mendapat laporan perdagangan yang melemah di bursa karena ditengarai tidak ada kepercayaan yang berakibat investor memilih tempat lain. Oleh karena itu, Erick meminta kepercayaan terhadap upaya pemerintah dalam menyelesaikan Jiwasraya mendapatkan dukungan.

Kementerian BUMN, lanjut Erick, mendukung penuh sejumlah langkah yang dilakukan manajemen baru Jiwasraya dalam menyehatkan kembali kondisi perusahaan.

"Ada Dirutnya Pak Hexana, kita akan dukung. Jangan juga menteri jadi dirut, dirut jadi menteri. Kita sudah berkolaborasi, apa lagi sekarang banyak sekali direksi BUMN baru ini tingkat kredibilitasnya tinggi. Kita dukung mereka yang mau bekerja secara profesional dan transparan," kata Erick. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA