Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Sesak Napas tak Sembuh, Kakek di Langkat Bunuh Diri

Kamis 09 Jan 2020 12:38 WIB

Red: Ani Nursalikah

Sesak Napas tak Sembuh, Kakek di Langkat Bunuh Diri. Bunuh diri/ilustrasi

Sesak Napas tak Sembuh, Kakek di Langkat Bunuh Diri. Bunuh diri/ilustrasi

Foto: Max Pixel
Kakek di Langkat meninggalkan sepucuk surat berisi pesan untuk putranya.

REPUBLIKA.CO.ID, LANGKAT -- Seorang kakek, Genep Sembiring (81 tahun), warga Kelurahan Pekan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Ia diduga frustasi karena penyakit sesak napas yang dideritanya sejak setahun terakhir tak kunjung sembuh.

"Kejadiannya Rabu (8/1) malam sekitar pukul 20.20 WIB di sebatang pohon cokelat dekat kediamannya," kata Kapolsek Kuala Iptu Bevan Raga Utama, Kamis (9/1).

Ia mengatakan, sebelumnya mendapat informasi ada seorang warga yang gantung diri di dekat Kantor Koramil Kuala. Mendapat informasi tersebut, ia langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian.

"Setelah dicek ke TKP, benar telah diketemukan seorang laki-laki Genep Sembiring yang sedang gantung diri pada sebatang pohon cokelat dekat rumahnya," katanya.

Sekitar pukul 20.05 WIB, putra korban Herman pulang ke rumah usai shalat Isya dan melihat rumah dalam keadaan gelap. Lalu, Herman menghidupkan lampu dan melihat ada secarik kertas tulisan tangan bapaknya yang bertuliskan, "Herman, kuharap kalian jangan saling salah menyalahkan. Ini salahku sendiri, karena penyakitku tidak sembuh dan jangan bawa-bawa kepolisian. Sekian dari Genep Sembiring. Kalau aku tidak ada di rumah tengok di cokelat."

Setelah membaca surat tersebut, Herman langsung melihat ke pohon cokelat yang ada di samping rumahnya dan menemukan ayahnya telah tergantung di pohon cokelat dengan leher terikat tali nilon. Lalu, Herman ke kantor Koramil yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya dan memberitahukan kejadian tersebut. Selanjutnya, piket Koramil menghubungi Polsek Kuala.

Selanjutnya, petugas Polsek Kuala menuju ke TKP, dan setibanya di TKP melihat korban tergantung di pohon cokelat. Korban kemudian disemayamkan di rumah duka untuk dikebumikan di pekuburan yang ada di kawasan itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA