Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Turki dan Rusia Resmikan Jalur Pipa Gas Alam Bersama

Kamis 09 Jan 2020 10:09 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Foto: Kremlin Pool Photo via AP
Pasokan gas alam dari Rusia akan dialirkan ke Turki melalui Laut Hitam.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Turki dan Rusia meresmikan jalur gas alam ganda yang menghubungkan negara mereka pada hari Rabu (8/1). Kerja sama ini membuka jalur ekspor baru untuk gas Rusia ke Turki dan Eropa dan menjanjikan kerja sama dalam perdagangan dan diplomasi.

Pertemuan di Istanbul antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin datang di tengah memburuknya keamanan di Timur Tengah, dengan ketegangan AS-Iran yang tinggi sejak pembunuhan seorang komandan penting Iran minggu lalu di Amerika. Dalam pernyataan bersama, mereka bersumpah untuk bekerja demi de-eskalasi.

Berbicara pada upacara pembukaan, Putin memuji pipa gas TurkStream sebagai simbol kerja sama yang bermanfaat antara Rusia dan Turki. "Sistem transportasi gas yang unik dan belum pernah terjadi sebelumnya yang akan menguntungkan seluruh Eropa," kata Putin dilansir di AP News, Kamis (9/1).

Dengan TurkStream, pasokan gas alam dari Rusia akan dialirkan ke Turki melalui Laut Hitam. Bersama-sama, dua jalur 930 kilometer di bawah Laut Hitam, bersama dengan pipa darat Rusia dan Turki, memiliki kapasitas untuk mengangkut 31,5 miliar meter kubik (1,1 triliun kaki kubik) gas alam setiap tahunnya.

Rusia adalah pemasok gas utama ke Turki, yang mengandalkan impor untuk kebutuhan energinya. TurkStream memungkinkan Rusia untuk melewati Ukraina dengan membuka jalur transportasi langsung baru ke Turki, selain jalur Blue Stream juga di bawah Laut Hitam lebih jauh ke timur.

Konflik yang membara antara Moskow dan Kyiv telah mendorong Rusia untuk mencari rute gas alternatif ke Eropa.

Dari Turki, gas Rusia akan mencapai Eropa selatan dan tenggara melalui jalur baru dan yang sudah ada. Turkstream sudah mulai mengangkut gas dan kedua pemimpin itu memutar katup simbolis dalam upacara.

Erdogan mengatakan proyek bersejarah ini adalah contoh utama dari kerja sama 'win-win' Turki dan Rusia dan dasar untuk proyek masa depan.

Pembukaan pipa TurkStream datang di tengah ketegangan atas proyek ambisius Rusia lainnya, pipa Nord Stream 2, yang seharusnya memungkinkan Rusia untuk mengangkut gas alam langsung ke Eropa, lagi-lagi melewati Ukraina.

Akhir tahun lalu, pembangunan Nord Stream dari Rusia ke Jerman dihentikan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani sanksi terhadap individu dan perusahaan yang terlibat dengannya. Segera setelah itu, sebuah perusahaan Swiss yang memasang pipa menangguhkan pekerjaannya.

Turki juga merupakan bagian dari perlombaan untuk mengeksplorasi minyak dan gas di Mediterania timur, di mana ia dikecualikan dari sumber daya di sekitar pulau Siprus yang terpecah secara etnis. Kesepakatan maritim yang ditandatangani dengan pemerintah Tripoli di Libya meningkatkan ketegangan di kawasan itu terkait hak eksplorasi dan pengeboran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA