Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Desa Lebak Situ Masih Terisolasi

Rabu 08 Jan 2020 17:19 WIB

Rep: Alkhaedi Kurnialam/ Red: Andri Saubani

Sejumlah warga mengambil bantuan logistik yang dijaruhkan melalui helikopter di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, Senin (6/1). (ilustrasi)

Sejumlah warga mengambil bantuan logistik yang dijaruhkan melalui helikopter di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, Senin (6/1). (ilustrasi)

Foto: WELI AYU REJEKI/ANTARA FOTO
Desa Lebak Situ masih belum bisa diakses delapan hari pascabanjir bandang.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak hingga kini masih terisolasi lantaran akses jalan yang rusak. Pada hari kedelapan pascabanjir bandang di daerah Selatan Banten ini masih belum bisa diakses kendaraan.

Camat Lebak Gedong Wahyudin menyebut bahwa desa ini belum bisa diakses kendaraan baik roda dua atau roda empat, baik dari arah perbatasan Bogor ataupun Lebak. Hingga kini bantuan logistik untuk warga diberikan oleh relawan dengan cara berjalan kaki hingga transportasi udara.

"Akses jalannya memang masih terputus, baik dari arah Bogor ataupun dari Lebak. Sementara kita berikan bantuan logistik dengan berjalan kaki atau lewat helikopter kemarin," jelas Wahyudin, Rabu (8/1).

Wahyudi mengatakan, bahwa di desa tersebut ada sekitar 3.900 jiwa atau 2.175 kepala keluarga (KK). Para warga di daerah ini, disebutnya masih kesulitan untuk keluar dari dasanya untuk sekedar evakuasi.

"Listrik memang belum pulih, mereka masih pakai lilin. Tapi di Lebak Situ itu aman untuk ancaman longsor dan banjir, jadi tidak terlalu perlu untuk evakuasi, hanya karena akses jalannya saja yang rusak,"jelasnya.

Untuk mengatasi akses jalan yang rusak, ia menyebut beberapa kendaraan berat untuk pembangunan jalan sudah dikirimkan. Banyaknya titik kerusakan dan lebar jalan yang sempit dikatakannya cukup menyulitkan dalam upaya membuka akses ke Lebak Situ.

"Target kita dalam tiga hari minimal kendaraan roda dua sudah bisa masuk ke lokasi, ini karena titik rusaknya kan banyak. Kendaraan berat yang bisa difungsikan juga cuma yang kecil karena jalannya sempit," tuturnya.

photo
Rumah Ruslan dan puluhan warga Lebak hanyut diterjang banjir
Kecamatan Lebak Gedong menurutnya memang menjadi daerah terdampak paling parah di Kabupaten Lebak. Sebelumnya Desa Cigobang dan beberapa desa lain juga terputus aksesnya meski saat ini sudah berhasil dibuka oleh pemerintah daerah.
"Kita pastikan sejak hari pertama bencana itu akses logistik tetap bisa didistribusikan, walaupun aksesnya banyak yang terputus. Kita maksimalkan semua cara," katanya.

Ketua Tagana Banten Abu Salim menyebut bahwa pihaknya juga sempat kesulitan untuk mendistribusikan logistik bantuan karena beberapa daerah di Lebak yang aksesnya rusak. Pada daerah terisolir seperti di Lebak Situ saja, warga yang bisa evakuasi hanya sebanyak sembilan orang.

"Evakuasi memang masih tetap dilakukan untuk yang di Gunung Julang, Desa Lebaksitu. Logistik juga sementara baru kita salurkan lewat helikopter dan jalan kaki. Kita paksalah (distribusi logistik) medannya memang masih banyak longsoran," terangnya.

Posko pengungsian saat ini juga bertambah, menjadi delapan lokasi, yaitu di Gedung PGRI Sajira, Kampung Nangela, Desa Calung Bungur-Sajira, Desa Bungur Mekar-Sajira, Kantor Kecamatan Cipanas, Desa Mayak-Curugbitung, Desa Banjar Irigasi dan Pusat Komando Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Ciuyah.

"Ada penambahan posko pengungsi di Diklatpur Ciuyah karena posko di Banjar Iragasi sudah tidak memungkinkan dan fasilitasnya kurang. Kalau di Ciuyah kan bisa lebih terorganisir dan ada di fasikitas pemerintah," terangnya.

Para pengungsi menurutnya saat ini sangat membutuhkan pakaian dalam hingga peralatan shalat. "Paling butuh sekarang itu pakaian dalam untuk wanita, pakaian mereka itu kan raib semua. Juga mukena untuk shalat. Terpenting juga lauk pauk, di sini kebanyakan bantuan itu makanan instan. Pengungsi banyak ngeluh, tapi gimana lagi kan adanya hanya itu sekarang," jelasnya.

Adapun Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Giman menyebutkan, bahwa Lebak Gedong memang menjadi daerah terdampak terparah di Lebak. Distribusi bantuan seperti jenset listrik untuk kebutuhan listrik warga juga telah diberikan kepada warga di Desa Ciladaeun, Kecamatan Levak Gedong.

"Saat ini karena masih status darurat bencana, kita fokuskan kepada evakuasi warga. Untuk yang sulit diakses jalannya kita lakukan lewat helikopter. Karena kalau lewat jalur darat harus jalan sampai tiga kilometer jauhnya. Untuk daerah yang tsebelumnya terisolir selerti di Ciladaeun juga kita beri jenset listrik," terangnya.

Hungga kini bencana banjir bandang Lebak menyebabkan korban jiwa sebanyak 10 orang, kerusakan 2 ruas jalan, 1.419 rumah, 19 gedung sekolah meliputi PAUD, TK, SD, SMP.  Termasuk bangunan dan tanah SMP 4 Lebakgedong yang hanyut terbawa arus air dan gedung SDN 1 dan SDN 2 Banjaririgasi Kecamatan Lebakgedong mengalami rusak berat.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA