Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Warga Pulau Sebesi Temukan Bangkai Ikan Paus

Rabu 08 Jan 2020 09:21 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Christiyaningsih

Warga Pulau Sebesi, Lampung menemukan bangkai ikan Paus sejak Senin (6/1). Ilustrasi.

Warga Pulau Sebesi, Lampung menemukan bangkai ikan Paus sejak Senin (6/1). Ilustrasi.

Foto: AKKP via AP
Warga Pulau Sebesi, Lampung menemukan bangkai ikan Paus sejak Senin (6/1)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Warga Pulau Sebesi, Lampung menemukan bangkai ikan Paus sejak Senin (6/1). Ikan paus bergigi tersebut terdampar di perairan pulau dalam kawasan Dusun Segenom, Desa Tejang, Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan keterangan warga Desa Tejang pada Rabu (8/1), bangkai ikan paus tersebut ditemukan sejak Senin lalu dalam kondisi terdampar. Bangkai ikan paus tersebut berjenis ikan paus jenis sperma, salah satu ikan paus bergigi terbesar.

“Petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah datang menyelidiki ikan paus tersebut,” kata Arifin, tokoh masyarakat Desa Tejang, Pulau Sebesi.

Menurut dia, belum diketahui ikan paus tersebut berasal dari peraran laut mana. Namun, kematian ikan paus tersebut menghebohkan warga Pulau Sebesi karena baru terjadi kali ini.

Seksi Wilayah III BKSDA Bengkulu – Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait ditemukannya ikan paus mati dan terdampar tersebut. Kepala Seksi Wilayah III BKSDA Bengkulu – Lampung Hifzon Zawahir menuturkan posisi bangkai ikan paus berada di tengah laut dan dibawa warga setempat ke tepi laut menggunakan perahu.

Berbagai versi kematian ikan paus masih simpang siur. Keterangan yang diperoleh, ikan paus tersebut mati dan terdampar karena terkena karang setelah terhempas arus kuat. Sebagian lagi menyatakan, ikan paus itu mati karena memakan sampah plastik di laut. Penyebab kematian ikan paut tersebut masih diselidiki petugas KKP dan BKSDA.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA