Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Pelayanan Kesehatan Pengungsi Ditingkatkan Pascabanjir

Selasa 07 Jan 2020 14:35 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Muhammad Hafil

Pelayanan Kesehatan Pengungsi Ditingkatkan Pascabanjir. Foto: Siswa Sekolah Dasar Negeri Kapuk Muara 01 bermain air saat kerja bakti bersama pasca banjir di Jakarta, Senin (6/1/2019).

Pelayanan Kesehatan Pengungsi Ditingkatkan Pascabanjir. Foto: Siswa Sekolah Dasar Negeri Kapuk Muara 01 bermain air saat kerja bakti bersama pasca banjir di Jakarta, Senin (6/1/2019).

Foto: Maulana Surya/ANTARA FOTO
Pemprov DKI telah melayani belasan ribu warga terdampak banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepekan setelah banjir besar yang melanda Jabodetabek dan beberapa wilayah di Indonesia, pada awal Januari (1/1) lalu, pelayanan kepada masyarakat yang mengungsi atau terimbas bencana banjir di Jakarta adalah peningkatan layanan kesehatan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat telah melayani sebanyak 12.640 warga terdampak banjir di posko-posko layanan kesehatan pengungsi sejak tanggal 1 sampai 6 Januari 2020. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti.

Menurut dia, masalah atau gangguan kesehatan yang paling banyak dikeluhkan warga yakni muskuloskeletal, Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), penyakit kulit, dan hipertensi. "Sampai saat ini pelayanan kesehatan gratis di posko terpadu akan tetap dibuka. Selain itu, puskesmas maupun rumah sakit juga tetap beroperasi 24 jam," ujarnya, Selasa (7/1).

Ia merinci, untuk layanan kesehatan muskuloskeletal sebanyak 3.071 warga (24,3 persen), ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) 2.952 (23,35 persen), penyakit kulit 2.119 (16,76 persen), hipertensi 1.146 (9,07 persen), gastritis 956 (7,56 persen), demam 748 (5,9 persen), diare akut 620 (4,91 persen), luka/trauma 288 (2,28 persen), dan sakit gigi mulut 124 (0,98 persen). 

"Sisanya merupakan sakit jenis-jenis lainnya di antaranya, asma, Pneumonia, hingga demam berdarah dengue," terangnya.

Widyastuti meminta agar warga mewaspadai potensi-potensi penyakit yang biasa terjadi pasca banjir dengan segera membersihkan rumah dan lingkungan. Jika ada aduan atau kegawatdaruratan kesehatan masyarakat dapat menghubungi nomor 112/119 atau Posko Dinas Kesehatan di nomor 021-3841530.

"Warga harus antisipasi kondisi pasca bencana dan mewaspadai beberapa penyakit seperti diare, penyakit kulit, leptospirosis, DBD, maupun infeksi saluran pernafasan atas (ISPA)," imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar bersama para petugas, mengajak warga menyemprotkan cairan disinfektan ke semua lokasi banjir. Penyemprotan ini sebagai bentuk pencegahan penyebaran penyakit setelah banjir yang melanda kawasan Jakarta sepekan kemarin.

Hal ini disampaikan Muhammad Anwar saat memimpin kerja bakti di Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati. Dijelaskan Anwar, kerja bakti yang diikuti petugas gabungan dari unsur Satpol PP,  Satgas Sumber Daya Air, Satgas Bina Marga, PPSU dan unsur terkait lainnya ini fokus pada penanganan sampah di Jl Dato Tonggara dan Jl Inspeksi Kali Sunter.

"Setelah melakukan bersih-bersih, selanjutnya para petugas gabungan yang dibagi dalam dua kelompok ini melakukan penyemprotan cairan disinfektan," kata Anwar saat memimpin kerja bakti yang diikuti 600 petugas gabungan, Selasa (7/1).

Sampah-sampah dari hasil kerja bakti kemudian dikumpulkan di Jalan Dato Tonggara dan Jalan Inspeksi Kali Sunter untuk kemudian diangkut menggunakan tiga unit truk dan lima unit mobil pikap. "Pembersihan pascabanjir ini ditargetkan rampung hingga dua hari ke depan," imbuhnya.

Untuk memperbaiki kualitas kesehatan pascabanjir, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Pengolahan Air Limbah (PD PAL) Jaya juga membuka layanan penyedotan tangki septik gratis kepada warga Jakarta yang rumahnya terdampak banjir. Layanan ini berlaku sejak 3 hingga 31 Januari nanti.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA