Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Bantuan Bagi Perantau Minang Korban Wamena Disalurkan

Selasa 07 Jan 2020 07:49 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Sebuah gedung terbakar saat kerusuhan di Wamena, Provinsi Papua. Bantuan bagi perantau Minang korban Wamena disalurkan. Ilustrasi.

Sebuah gedung terbakar saat kerusuhan di Wamena, Provinsi Papua. Bantuan bagi perantau Minang korban Wamena disalurkan. Ilustrasi.

Foto: AP/George Yewun
Bantuan disalurkan melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Bantuan untuk perantau korban kerusuhan Wamena, Papua pada 23 September 2019 disalurkan. Bantuan disalurkan melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau lebih dikenal dengan Bank Nagari.

"Korban difasilitasi untuk membuka rekening di Bank Nagari. Bantuan disalurkan melalui rekening tersebut," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat menyerahkan bantuan secara simbolik di Painan, Senin (7/1).

Namun bagi korban yang ada di daerah dan ingin menerima bantuan secara langsung juga difasilitasi oleh Pemprov Sumbar dan Bank Nagari. Penyerahan dilakukan di dua tempat yaitu di Bank Nagari cabang Painan sebanyak 105 korban dengan total Rp 2,1 miliar dan Bank Nagari capem Kambang sebanyak 25 korban dengan nilai bantuan Rp 500 juta.

Bantuan itu dikhususkan bagi 130 orang korban yang terdata ruko dan rumahnya terbakar di Wamena. Masing-masing diberikan bantuan Rp 20 juta.

Nasrul menyebut penyaluran bantuan itu baru bisa dilakukan setelah mendapatkan data yang jelas dan akurat oleh Biro Bintal, Biro Kerja Sama Pembangunan dan Rantau, dan Dinas Sosial Sumbar bersama dengan pengurus perantau Minangkabau di Wamena. Bagi korban yang belum menerima bantuan atau belum masuk data, tetapi rumah atau tokonya terbakar diminta membawa data yang lengkap.

Terkait kondisi aset perantau Minang di Wamena yang ditinggalkan pascakerusuhan, Wagub Nasrul Abit menyebut telah ada pembicara dengan Wamen PUPR John Wempi Wetipo saat mengunjungi bencana banjir bandang Solok Selatan. Dikatakan pada April 2020 semua pembangunan pascakerusuhan Wamena akan selesai dibangun kembali sehingga ada harapan untuk korban asal Sumbar bisa kembali lagi ke Wamena.

Kepala Biro Bina Mental Sekretariat Provinsi Sumbar Syaifullah menyampaikan pemberian bantuan tersebut adalah yang ketiga kalinya. Pertama menyerahkan bantuan berupa uang saku dalam penyambutan kedatangan korban Wamena di Bandara Internasional Minangkabau.

Kedua penyerahan bantuan pemulangan tiket pesawat bagi perantauan Minang korban kerusuhan Wamena dan yang terakhir bantuan korban kebakaran ruko dan rumah warga Minang di Wamena. "Sekarang kami masih mendata jumlah korban usia sekolah. Rencananya juga diberikan santunan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA