Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

PLN Perbaiki Listrik Terdampak Hujan-Angin di Surabaya

Senin 06 Jan 2020 21:15 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ratna Puspita

Listrik padam. (ilustrasi)

Listrik padam. (ilustrasi)

Foto: Istimewa
Masyarakat diimbau melakukan pengamanan listrik apabila banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PLN memperbaiki listrik terdampak hujan disertai angin di Kota Surabaya, Jawa Timur. Hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Ahad (5/1) telah merobohkan tiang listrik, pohon dan reklame yang menyebabkan listrik padam.

General Manager PLN UID Jatim Bob Saril mengatakan hingga 6 Januari 2019 pukul 11.00 WIB, PLN telah berhasil menormalkan listrik di wilayah Surabaya, sementara untuk wilayah Sidoarjo penormalan telah mencapai 90 persen. "Dari total 126.522 pelanggan, saat ini tersisa 1.680 pelanggan masih mengalami pemadaman," kata Bob dalam siaran pers yang diterima Republika di Jakarta, Senin (6/1).

Bob mengatakan untuk perbaikan di wilayah Sidoarjo, petugas sedang mendirikan konstruksi tiang baru menggantikan tiang yang patah dan roboh. PLN juga telah bekoordinasi secara terpusat untuk memastikan pemulihan dilakukan secara cepat.

Baca Juga

"Kita telah melakukan koordinasi dan bersinergi dengan pemerintah dan berupaya semaksimal mungkin menormalkan keadaan dan juga meminimalisir dampak serta keselamatan warga di tengah potensi banjir," kata Bob menambahkan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak melakukan kunjungan ke PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur untuk memantau progres pemulihan kelistrikan pascadampak anomali cuaca di Jawa Timur, Senin (6/1). Emil ingin melihat secara langsung perkembangan situasi yang sedang dihadapi PLN.

"Sekaligus menawarkan bantuan untuk PLN yang telah bekerja keras dan masih terus bekerja memulihkan kembali pasokan listrik," ujar Emil.

Emil juga mengimbau masyarakat melakukan langkah preventif pengamanan listrik di rumah masing-masing apabila terjadi banjir. Emil meminta masyarakat segera mengamankan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi apabila air sudah mulai masuk ke rumah.

"Jadi kita memang harus waspada, termasuk kita harus memaklumi kalau banjir memang  listrik perlu dimatikan karena ini menyangkut keamanan. Tadi saya sudah cek disini, sudah dilakukan langkah-langkah untuk meminimalisir dampak dan keselamatan warga di tengah potensi banjir tadi," ucap Emil.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA