Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Kenali Nama Lain Gula di Label Makanan Kemasan

Rabu 08 Jan 2020 01:00 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Teliti kandungan gula dalam makanan kemasan. Pengganti gula biasanya ditandai dengan kata sirup, akhiran

Teliti kandungan gula dalam makanan kemasan. Pengganti gula biasanya ditandai dengan kata sirup, akhiran

Foto: Reiny Dwinanda/Republika
Pengganti gula punya tiga nama lain yang dicantumkan di label makanan kemasan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI — Ada beberapa nama dari gula yang dicantumkan dalam label makanan dan tidak semua orang mengetahuinya dengan baik. Hal ini tentu membuat risiko obesitas hingga diabetes tipe 2 meningkat karena berbagai jenis makanan itu dengan mudah didapatkan.

Makanan olahan dan kemasan sebagian besar mengandung tambahan gula. Banyak orang tidak menyadarinya karena tidak tahu arti dari kata-kata yang tercantum di label kemasan.

Baca Juga

Dilansir Times Now News, cobalah perhatikan label makanan dan pahami nama-nama lain dari gula yang dapat tercantum, seperti berikut:

1. Sirup

Ada kata "sirup" di kemasan makanan? Dalam hal ini, sirup mengacu pada bentuk gula cair. Sering kali, sirup gula cair digunakan sebagai pengawet makanan kemasan dan dapat sama berbahayanya dengan gula.

Jika label bahan makanan mencantumkan kata sirup di antaranya, terlebih di posisi awal, cobalah untuk memilih produk lain.

2. Kata "ose"

Kata-kata penutup yang paling umum dari bahan-bahan di suatu produk makanan yang berarti gula biasanya diakhiri dengan "ose" atau "osa". Sebut saja fruktosa, glukosa, sukrosa, dan maltosa.

Itu semua artinya gula, namun hanya berbeda secara kimiawi. Jadi, cobalah membaca label makanan dengan cermat dan identifikasi kata-kata tersebut. Kalau ada banyak kata "osa", maka artinya semakin banyak gula yang ada di produk makanan tersebut. Sebaiknya, gantilah dengan yang lain.

3. Nectar

Nectar juga termasuk salah satu bahan yang termasuk jenis dari gula tambahan. Nectar jarang digunakan sebagai nama bahan pada kemasan makanan, namun tidak boleh disalahartikan sebagai sesuatu yang sehat.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA