Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Tugas Orang Tua Lebih dari Sekadar Membatasi Screen Time

Senin 06 Jan 2020 06:11 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Anak main gadget. Selain membatasi waktu anak mengakses gawai, orang tua juga perlu memerhatikan konten, konteks, dan berinteraksi dengan si kecil saat screen time.

Anak main gadget. Selain membatasi waktu anak mengakses gawai, orang tua juga perlu memerhatikan konten, konteks, dan berinteraksi dengan si kecil saat screen time.

Foto: Telegraph
Selain membatasi screen time, ada hal lain yang harus diperhatikan orang tua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mayoritas orang tua tahu pentingnya membatasi durasi anak menatap layar gawai. Akan tetapi, banyak juga yang kesulitan untuk mengontrol anaknya dalam mengakses gadget.

Selain soal pembatasan akses terhadap ponsel pintar, televisi, maupun konsol permainan modern, ada hal lain yang perlu menjadi perhatian ayah dan ibu. Pengasuh anak juga harus mencermati konten yang dilihat si kecil.

Baca Juga

"Yang perlu kita perhatikan adalah konten di layar karena anak-anak, khususnya di usia muda, akan meniru apa yang mereka lihat," ungkap Lisa Guernsey, penulis Screen Time: How Electronic Media Affects Your Young Child, dilansir laman Indian Express.

Guernsey mengaku terdorong untuk memikirkan dampak layar pada anak-anak sejak saat anak-anak perempuannya dilahirkan. Buah hatinya semasa bayi juga menonton televisi/ Dia pun bertanya-tanya apakah mereka mengerti isi tontonannya.

“Kami orang dewasa berpikir anak-anak melihat apa yang kami lihat, tetapi ternyata mereka harus terlebih dahulu memiliki pengetahuan latar belakang yang nyata, mereka harus menjalani hidup untuk memahami hal-hal seperti yang kita orang dewasa memahaminya," katanya.

Sementara sebagian besar ahli berbicara tentang membatasi waktu layar untuk anak-anak, Guernsey menyarankan untuk memberi perhatian yang lebih besar terhadap cara mengelola hubungan anak dengan layar. Dia mengatakan bahwa ketika screen time telah tiba, orang tua perlu fokus pada tiga hal, yakni konten, konteks, dan anak-anak itu sendiri.

"Konten harus dikontrol sedemikian rupa sehingga anak-anak dapat belajar hal-hal positif darinya, sedangkan konteks mengacu pada bagaimana anak berinteraksi dengan media, diikuti oleh orang tua yang berinteraksi dengan anak-anak untuk mengetahui pandangan dan minat mereka," jelas Guernsey.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA