Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

KLHK Dorong Produksi Hutan Tanaman Industri Ditingkatkan

Jumat 03 Jan 2020 19:29 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Gita Amanda

KLHK dorong produksi Hutan Tanaman Industri ditingkatkan. Foto Hutan Tanaman Industri di Riau, (ilustrasi).

KLHK dorong produksi Hutan Tanaman Industri ditingkatkan. Foto Hutan Tanaman Industri di Riau, (ilustrasi).

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Pemerintah ke depan akan lebih mengutaman HTI sebagai basis produksi kayu siap olah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong agar Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola oleh industri hasil hutan agar lebih meningkatkan produksi dan penanaman. Sebab, pemerintah ke depan akan lebih mengutaman HTI sebagai basis produksi kayu yang siap diolah bahkan diekspor dalam bentuk produk jadi.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari KLHK, Bambang Henroyono mengatakan, hutan alam (HA) memang juga menjadi basis dari produksi kayu. Namun, pemerintah mengutamakan upaya kelestarian lingkungan dan hutan alam yang telah memiliki batasan-batasan untuk dieksploitasi.

Sementara, hutan konservasi (HK) juga memiliki batasan tertentu dan lebih diutamakan untuk kegiatan jasa lingkungan. "Bukan berarti hutan lindung dan hutan konservasi tidak ada produksi, tapi kita lebih membuka lebar-lebar produksi dari hutan produksi yang merupakan HTI," kata Bambang di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jumat (3/1).

Di sisi lain, kata dia, KLHK ingin agar industri hulu di bidang hasil hutan terus tumbuh dan muncul di setiap daerah. Sebab, saat ini banyak hasil-hasil hutan berupa kayu yang harus diolah di luar daerah tempat dia diproduksi. Hal itu menjadi beban operasional yang cukup besar bagi masing-masing industri.

Selama ini, kata dia, pembangunan industr pengolahan di setiap daerah tidak bisa dilakukan karena belum adanya regulasi yang mewadahi. Namun, saat ini ia memastikan KLHK telah menyiapkan semuanya sehingga investasi riil untuk industri olahan kayu diharapkan meningkat drastis.

"KHLK harus menyederhanakan birokrasi. Konektivitas harus dibangun agar semuanya efisien," ujarnya.

Sebagai informasi  produksi kayu dari HTI turun tipis 1,63 persen dari 40 juta meter kubik tahun 2018 menjadi 39 juta meter kubik pada 2019. Meski demikian, terdapat peningkatan penanaman kembali di HTI. Yakni dari 196,3 ribu hektare tahun 2018 menjadi 296,9 ribu hektare pada 2019. Oleh sebab itu, upaya peningkatan produksi dipastikan akan diikuti dengan pelestarian lingkungan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA